Disket Pendobrak Kesuksesan

SEORANG bapak sengaja datang menemui reporter Majalah Al-Iman, di penghujung bulan Agustus 2007. Ia datang bersama seorang temannya, yang siang itu berpakaian sangat rapih, seperti seorang pegawai kantoran. Sejak masih kuliah, kami sudah belajar bisnis pak tetapi, hingga kini selalu mengalami kebuntuan, tegasnya datar.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa pinjaman modal yang ia dapatkan dari bank, juga hampir habis. Berkali-kali, dua orang yang bersahabat ini mencoba menjalankan berbagai macam bisnis, dari jualan Hp hingga menawarkan mobil-mobil mewah. Aneh pak hampir 6 tahun kami mencoba berusaha, hasilnya masih nol. Padahal sekarang saya sudah menpunyai seorang anak, tegasnya lagi.

Saat kebuntuan melanda bisnis mereka, segala cara pun ditempuhnya. Mereka tergiur dengan sebuah iklan praktik dukun pada sebuah majalah, yang menawarkan berbagi cara untuk dapat meraih kesuksesan dalam berbisnis. Melihat iklan itu, saya tergoda Pak, Saya langsung mendatangi dukun itu, dan kemudian diberi benda ini yang sekarang akan saya serahkan ke Bapak,” tegasnya lagi.

Oleh si dukun, ia diharuskan membayar dalam jumlah yang tidak sedikit. Satu juta rupiah. Ia pun juga diharuskan mengamalkan ritual mandi di sungai, malam Jum’at sebulan sekali. Ritual serta menyimpan jimat ia lakoni selama hampir dua tahun terakhir. Usahanya tak kunjung sukses. Malah hutangnya bertambah.

Pada suatu ketika, ia melihat Majalah Al-Iman di sebuah lapak majalah. Judul depan majalah tersebut, memancing dirinya untuk membeli dan membaca semua isinya. “Astagfirullah…….”, begitulah Pak kalimat yang keluar pertama kali dari mulut saya, saat mengetahui bahwa yang saya laku selama ini adalah tindakan kemusyrikan pungkasnya. Ia pun menyerahkan sebuah benda yang diberikan oleh si dukun. Saya ingin bertaubat Pak Saya ingin, bisnis yang sedang saya jalankan, diridhoi Allah,,, tegasnya sambil tertunduk. (mungkin nahan air mata)

 

BENTUK JIMAT

Jimat ini berbentuk sebuah disket, yang biasa dipakai untuk menyimpan data dari komputer, Warnanya merah jambu. pada jimat ini tidak terdapat tanda-tanda tambahan tulisan rajah arab atau simbol-simbol yang biasa dipakai oleh dukun dalam menipu pasiennya.

 

KESAKTIAN JIMAT

Jimat ini diyakini dapat mempercepat kesuksesan seseorang dalam berbisnis. Cararanya setiap kali menghitung keuangan dari hasil usahanya harus disimpan dalam disket ini. Sementara ritual mandi di sungai untuk meminta bantuan kepada penunggunya, agar mendorong pembeli data ke tempat usahanya. Ngak nyambuuung…..antara disket dengan mandi di sungai. Dasar dukun-dukun

 

BONGKAR JIMAT

Hari gini pakai disket. Mungkin itu kata yang pas untuk si dukun yang telah banyak menipu orang. Disket yang sejatinya adalah untuk keperluan penyimpanan data, telah disalahgunakan dukun untuk menjerumuskan manusi. Disket memang alat untuk menyimpan data tetapi, alat ini sudah sangat ketinggalan ditengah alat alat lain yang lebih modern. Mungkin dukun tidak pernah sekolah. Apalagi kuliah.

Ritual mandi di sungai pada malam Jum’at adalah ritual yang konyol. Apalagi tujuannya untuk meminta bantuan kepada penunggu sungai. Jelas tindakan musyrik. Dilaknat oleh Allah. Sebagai  orang yang mengaku beriman, kita harus menghindarkan diri dari berhubungan dengan dukun. Terlebih lagi dengan syetan. Bisa-bisa, kita menjadi shohib (temen karib) di neraka kelak. (na’udzu billah)

Rasulullah mengajarkan kita untuk berusaha sekeras mungkin dalam berbisnis. Ditambah dengan doa yang kita panjatkan kepada Allah. Kesukesan itu muncul karena adanya motivasi. Motivasi yang baik dan jitu adalah motifasi yang menarik dan muncul dari hati yang jujur dan bersih. Jika motivasi tidak menarik, tidak akan berhasil. Jika motivasi disampaikan dari hati yang tidak jujur, tidak akan ada bekasnya.

Hanya dengan hati yang jujur  seseorang dapat tergerak untuk hidup yang lebih baik. Hati yang jujur ini tentunya tidak akan mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebatilan (pergi ke dukun).

Wiliam  A. Ward (seorang pemerhati  bisnis) pernah berkata: “Ada empat langkah mencapai sekses; perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik, dan tidak mudah menyerah.

Kita bisa mengadopsi pendapat Ward ini agar sukses. Perinciannya sebagai berikut;

  1. lkuti perkembangan jaman. Bergabunglah dalam organisasi yang berkaitan dengan bisnis anda. Banyak membaca dan gali informasi sebanyak mungkin. lnternet akan banyak membantu Anda.
  2. Buat rencana keuangan. Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya.  Buat target jangka pendek dan jangka panjang. Jangan pernah menyerahkan kondisi keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang.
  3. Perkirakan aliran uang tunai. Anda harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke depan. Jangan membuat anggarkan pengeluaran yang lebih besar dari itu.
  4. Bentuk dewan penasehat atau cari tenaga ahli, untuk memberi ide atau kritik terhadap Anda dan produk yang ditawarkan. Mereka bisa berupa teman, atau anggota keluarga yang dipercaya.
  5. Jaga keseimbangan antara kerja, santai, dan keluarga. Tak perlu ngoyo, karena sesuatu yang dikerjakan dengan ngoyo, hasilnya tak akan maksimal. Lagi pula, badan dan otak butuh istirahat.
  6. Kembangkan jaringan (network). Tak ada salahnya berkenalan dan bergaul dengan orang-orang yang berhubungan atau bisa mendukung bisnis Anda. Siapa tahu ada ide yang bisa digali.
  7. Disiplin/motivasi . Aspek terberat dalam menjalankan usaha sendiri adalah disiplin atau motivasi untuk bekerja secara teratur. Untuk mengatasinya, buatlah daftar apa saja yang harus dikerjakan hari ini dan esok. Tentukan target yang harus dicapai dalam minggu ini.
  8. Selalu waspada dan siap. Rajin rajin melakukan evaluasi terhadap pasar, produk dan sistem pemasaran. Kalau perlu, ubah cara kerja agar lebih efisien. Perbaiki cara pemasaran atau kualitas produk.
  9. Cintai pekerjaan Anda. Bagaimana akan sukses, jika Anda tak punya sense of belonging pada pekerjaan dan produk yang dihasilkan. Cintai pekerjaan dan produksi sendiri, dan uang akan mengikuti Anda.
  10. Jangan mudah menyerah. Para pengusaha sukses pun pernah mengalami kegagalan. Jika ingin cepat berhasil, segeralah bangkit dan belajar dari kegagalan. Jangan bersedih terlalu lama. Yang terpenting setelah segala ikhtiar itu adalah bertawakal kepada Allah. Insya Allah usaha kita akan segera menuai kesuksesan.

 

Dari berbagai sumber

Al-iman Edisi 91 Th. 4/23 Ramadhan 1428 H/5 Oklober 2007 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUBUNGI ADMIN