JAM TANGAN “Pemancar Aura”

“SEBENARNYA saya tidak jelek-jelek amat kan ustadz, tetapi kenapa saya nggak laku-Iaku ya!, ujar Anto saat bertemu dengan Majalah Al-Iman di penghujung bulan Agustus. pemuda lajang berumur 27 tahun ini adalah karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Setelah membaca 3 edisi Majalah Al-Iman terbaru, ia menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya selama ini adalah salah. Untuk itulah, ia datang menyerahkan sebuah benda yang pernah didapatkannya dari seorang dukun yang berpraktik di pinggiran kota Jakarta.

Usia saya sudah cukup umur untuk mempunyai seorang pendamping hidup, tetapi kenapa ya setiap gadis yang saya dekati semuanya ngabur! tegasnya sewot. Ia menjelaskan bahwa orang tuanya telah lama menginginkannya menikah. Apalagi setelah ia diterima sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta yang cukup bonafid. Hatinya pun mantap untuk mencari seorang gadis yang cocok dan mau diyadikan sebagai istrinya.

PDKT ia lakukan ke beberapa temannya di kantor. Namun, setiap kali ia mengutarakan maksudnya untuk berumah tangga. Gadis-gadis yang pernah dikenalnya itu mundur teratur. Saya juga bingung Ustadz, kenapa begitu? Ujarnya dengan penuh tanda tanya. Ia pun berusaha mencari tahu, apa gerangan yang menjadi penyebab semua peristiwa yang dialaminya itu.

Seorang temannya, mengajaknya untuk mendatangi seorang dukun sakti yang telah terbukti berhasil menjodohkan orang yang datang kepadanya. Dengan penuh harap, ia mendatangi dukun itu. Dari hasil penerawangan sang dukun, terdeteksi bahwa Anto diikuti oleh jin perempuan yang suka kepadanya. Makanya ia harus mandi kembang tujuh rupa, dan memakai sebuah jimat sebagai bekal untuk mendapatkan gadis impian.

Waktu terus berlalu dan  Anto tetap saja menjomblo. Beberapa waktu yang lalu, tanpa sengaja ia dipinjami Majalah AI-Iman oleh teman sekantornya. Ia pun mendapatkan sebuah pencerahan. Iantas menyadari bahwa apa yang dilakukkanya adalah tindakan keliru. Makanya saya sengaja ketemu Ustadz untuk minta doanya agar mendapatkan jodoh, sekaligus menyerahkan jimat terkutuk ini, ujarnya bersemangat.

 

BENTUK JIMAT

Jimat ini berbentuk jam tangan pria yang terbuat dari stainless steel. Mirip jam merk rolex. Yang ini imitasi. Dari keterangannya, jam ini anti air. Saat di serahkan jam ini telah mati. Jarum menunjukkan pukul 9 lewat 28 menit. Tidak ada tambahan rajah-rajah atau gambar-gambar aneh pada jam ini. Semuanya normal.

 

KESKTIAN JIMAT

Jimat ini diyakini dapat memancarkan aura kewibawaan bagi sipemakainya. Mahar dari jimat ini sebesar Rp 700.000. Jimat ini harus selalu digunakan, saat bertemu dengan gadis-gadis yang hendak didekati. Tetapi hasilnya nihil. Dasar dukun pembual.

 

BONGKAR JIMAT

Lagi-lagi dukun mengelabui pasiennya dengan media sebuah jimat. Jam tangan yang lebih cocok digunakan sebagai penunjuk waktu, telah diladikan dukun untuk bersekutu dengan jin. Dukun yang telah terkenal sakti ini, nyatanya tidak bisa berbuat apa-apa. Pasiennya masih saja melajang alias jomblo. Padahal telah banyak uang yang harus dikeluarkan Ali, dengan kedok mahar.

Yaa.. begitulah pekerjaan dukun, menipu orang sambil menumpuk kekayaan. Mandi kembang dan ilmu penerawangan merupakan alat-alat kelengkapan dukun dalam praktiknya. Para dukun tersebut, jelas-jelas menggunakan jasa jin dalam menerawang pasiennya. Bagi orang beriman, cara-cara seperti ini harus segera ditinggalkan. Karena telah mengotori keyakinan kita akan pertolongan Allah.

Aura kewibawaan yang katanya bisa didapatkan saat memakai jimat ini, ternyata hanya isapan jempol. Sebagian orang yakin bahwa Aura bisa didapatkan dengan latihan meditasi dan pernapasan atau belajar ilmu tenaga dalam. Menurut mereka, wujud tenaga dalam itu ada yang berupa hawa panas dan hawa sejuk tergantung cara latihannya. Hawa yang mengalir dalam tubuh diibaratkan aliran listrik Yang menyelubungi tubuh, inilah yang mereka sebagai aura. Aura manusia biasanya sangat tipis, hanya antara 0.5cm hingga 2cm. Dengan latihan meditasi dan pernafasan, maka lapisan aura diyakini akan berlipat ganda bahkan beribu-ribu kali lebih tebal. ltu pandangan mereka.

Pandangan syari’at lslam tentu berbeda. Dalam kasus ini si dukun memberikan pancaran aura lewat media jimat (jam tangan). Jelas yang dimaksud adalah aura mistik. Karena cahaya wajah seseorang itu bisa berkilau apabila sering dipakai sujud, menyembah Allah. Bukan menyembah syetan atau mengagungkan sebuah jimat.

Seorang ulama’ generasi Tabi’in, Hasan al-Bashri pernah ditanya, “Kenapa orang yang rajin shalat malam, wajahnya bercahaya?’ Dia menjawab, ‘Karena ia sering berduaan dengan Allah, sehingga Allah menganugerahkan sebagian cahaya-Nya kepadanya’.

Dalam surat al-Fath ayat 29 dijelaskan, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama manusia; kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhoan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka karena dari bekas sujud (pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati).

Demikianlah sifat-sifat mereka di dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya, karena Allah hendak menjengkelkan hati orang orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Semoga kita semua mendapatkan ampunan Allah atas segala dosa-dosa yang telah kita perbuat. Lebih dari itu, kita juga mendapatkan pahala yang besar atas amal shalih yang telah kita perbuat selama di muka bumi ini. Apabila kita taat kepada Allah, Dia akan mengabulkan apa yang kita mohon. Termasuk jodoh. Tapi kita harus berusaha mencarinya, dan Allah akan mempermudahkan penemuaannya.

 

Al-iman Edisi 90/4:  Ramadan 1428H/21 September 2007 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUBUNGI ADMIN