KAOS KAKI AJAIB

JAKARTA di penghujung tahun 2007. Seorang bapak setengah baya menemui Majalah Al-Iman tntuk bersila turahmIi(31/12). Berbekal Majalah Al-Iman edisi terbaru, ia mencari alamat kantor redaksi di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Andi (nama samaran), begitulah ia memperkenalkan dirinya kepada Majalah AI-Iman. ” Alhamdulillah Pak, akhimya sampai juga.

Sudah satu jam loh, saya berkeliling mencari alamat kantor redaksi,” ujar bapak dua orang anak ini. Majalah Al-Iman memberikan sebuah minuman mineral ukuran gelas yang dingin untuknya. Seruput….. Ia pun meminum air mineral itu dengan semangat. “Terima kasih Pak Nikmat sekali airnya. Meski cuaca diJakarta ini cukup mendung, tetapi tetap saja haus,” ujar laki-laki berumur 38 tahun yang tinggal di pinggiran Jakarta ini.

Selanjutnya, ia menyerahkan sebuah benda yang selama ini diyakininya memiliki kekuataan. Sambil bersandar di kursi tamu Majalah Al-Iman, ia pun berkisah.

Menjadi seorang bintang sepakbola, adalah cita-cita saya sejak kecil,” bebernya membuka cerita. Sejak berumur enam tahun, ia sudah menyukai olah raga yang banyak digandrungi orang sejagat itu. Tidak ranggung-tanggung, ia pun mengikuti latihan sepakbola yang digelar seminggu dua kali di kampungnya.,Berbagai tournament diikutinya hingga menjelang lulus SMA.

Sebetulnya saya ingin menjadi seorang pesepakbola yang professional. Tetapi apa daya, saya tak punya cukup biaya untuk mewujudkan semua itu. Orangtua saya tidak mampu, memasukkan saya ke sekolah sepakbola profesioanal,” ujarnya lagi. Meski begitu, ia tidak mau berputus asa. Ia bertekad menjadi seorang bintang sepakbola, minimal di wilayah kampungnya.

Menjadi seorang bintang sepakbola tidaklah mudah. Meski tingkatannya hanya level kecamatan. Banyak pesaing lainnya yang juga berbakat. Akhimya, saya mengikuti saran seorang teman untuk mendatangi seorang dukun di kampung sebelah. Katanya, biar saya jadi bintang beneran, tegasnya lagi.

Oleh dukun tersebur, saya dibekali benda ini. Saya juga diharuskan melakukan ritual tertentu jika akan bertanding, tegasnya lagi. Semua titah sang dukun dilakoninya hingga menikah dan memiliki seorang anak. Apaan!, sampai saat ini saya masih begini-begini aja, nggak ada perubahan,” ujarnya bersungutan. Alhamdulillah…….istri saya membelikan Majalah Al-Iman, dari situ saya tahu bahwa apa yang saya lakukan selama ini adalah keliru. Dengan momen tahun baru ini, saya ingin memperbaiki aqidah saya, tegasnya bersemangat.

Majalah Al-Iman menerima benda yang diberikannya, sambil mendoakan semoga ia bisa tetap istiqomah dengan keputusannya tersebut. Selamat berjuang menghindari kemusyrikan.

 

BENTUK JIMAT

Jimat yang diserahkannya berbentuk sepasang kaos kaki berwarna hitam. Dari ukurannya, sepasang kaos kaki ini bukan seperti kaos kaki sepakbola. Kaos kaki itu menyimpan sebuah misteri di dalamnya.

 

KESAKTIAN JIMAT

Jimat ini diyakini bisa menjadikan sipemakainya lihai saat bermain sepakbola. Kaos kaki ini harus digunakan menjadi pelapis pada bagian dalam, dari kaos kaki sebenarnya. Lebih dari itu, si pemilik jimat ini harus memotong seekor ayam sewaktu akan bertanding. Daging dan darah ayam tersebut, harus dialirkan pada aliran sungai. Dasar. . ..dukun menyesatkan.

 

BONGKAR JIMAT

Cerita ini agak mirip dengan sebuah sinetron anak-anak yang selalu ditenami kaos kaki ajaibnya. Sebuah tontonan yang tidak mendidik. Menjadikan sebuah kaos kaki menjadi berhala. Menjadi tumpuan harapan. Lagi-lagi dukun membohongi pasiennya dengan cara-cara yang ngawur. Kaos kaki dipakai media untuk bersekutu dengan jin. Lebih dari itu, ritual penyembelihan ayam bukan atas nama Allah adalah tindakan yang sesat.

Memang…dukun selalu menyesatkan manusia. Hakikat kemuyrikan adalah memalingkan salah satu jenis ibadah kepada selain Allah. Seperti memohon dan taat kepada selain Allah, bernadzar untuk selain Allah, takut kepada mayat, jin, syetan disertai keyakinan bahwa hal-hal tersebut dapat member bahaya dan mudharat kepadanya. Yang lainnya lagi memohon perlindungan kepada selain Allah, seperti meminta perlindungan kepada jin dan orang yang sudah mati, mengharapkan sesuatu yang tidak dapat diwujudkan kecuali oleh Allah, seperti meminta hujan kepada pawang, meminta penyembuhan kepada dukun dengan keyakinan bahwa dukun itulah yang menyembuhkannya, mengaku mengetahui perkara ghaib, menyembelih hewan (kurban) yang ditujukan untuk selain Allah.

Dan termasuk penyembelihan jahiliyah yang terkenal di zaman kita sekarang ini adalah menyembelih untuk jin. Yaitu manakala mereka membeli rumah atau membangunnya, atau ketika menggali sumur mereka menyembelih di tempat tersebut atau di depan pintu gerbangnya sebagai sembelihan (sesajen) karena takut dari gangguan jin. Atau juga untuk perkara lainnya.

Thariq bin Syihab menururkan bahwa Rasulullah & bersabda (yang terjemahannya): “Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat, dan ada seseorang masuk neraka karena seekor lalat pula.” Para shahabat bertanya: “Bagaimana hal itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab: “Ada dua orang berjalan meiewati suatu kaum yang mempunyai berhala, yang mana tidak seorang pun melewati berhala itu sebelum mempersembahkan kepadanya suatu kurban. Ketika itu, berkatalah mereka kepada salah seorang dari kedua orang tersebut: Persembahkanlah kurban kepadanya Dia menjawab: Aku tidak mempunyai sesuatu yang dapat kupersembahkan kepadanya. Mereka pun berkata kepadanya lagi; Persembahkan sekalipun seekor lalat. Lalu orang itu mempersembahkan seekor lalat, mereka pun memperkenankan dia untuk meneruskan perjalanan. Maka dia masuk neraka karenanya. Kemudian berkatalah mereka kepada seorang yang lain: Persembahkanlah kurban kepadanya. Dia menjawab: Aku tidak patut mempersembahkan sesuatu kurban kepada selain Allah. Kemudian mereka memenggal lehernya, karenanya orang ini masuk surga. (HR. Imam Ahmad).

Sebagai seorang musiim, kita harus senantiasa berusaha diridhoi Allah dalam mengejar cita-cita. Karena cita-cita yang kita kejar tersebut, pada hakikatnya adalah untuk mencapai ridho-Nya.

 

Al-iman bil ghoib edisi: 98/4/januari/2008

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUBUNGI ADMIN