KENAPA PASIEN RUQYAH SYAR’IYYAH ITU SEDIKIT SEKALI

 

 

Akhirnya saya paham,

KENAPA PASIEN RUQYAH SYAR’IYYAH ITU SEDIKIT SEKALI

Tadi malam saya mentherapi seorang ibu. Ketika saya telusuri keluhannya itu ternyata sdh muncul sejak tahun 2005an, ketika anak pertamanya kls 1 SMP, padahal sekarang sdh usia 30 tahun.

Si anak yg Masya Allah penuh perhatian ini merasa sudah kebal kelelahan menghadapi ibunya kesurupan, karena seringkali malam hari ngurusin ibunya kumat kesurupan. Saking bosennya (kurang lebih 18 tahun) si anak membiarkan saja ibunya kesurupan, nanti Subuh biasanya sudah sadar sendiri.

Ketika kami eksekusi dengan ruqyah syar’iyyah, sudah nampak hasilnya dengan cepat, wajah si ibu yang sebelumnya kusut, tidak bercahaya, suram dll, langsung keliatan glowing bercahaya. Ketakutan dan rasa pusingnyapun hilang ketika melihat saya sebagai therapis. Terasa tubuhnya enteng. Bahkan sudah bisa guyon..

Ketika ruqyah terjadi kesurupan terkendali (kalo sebelumnya sangat ekstrim), muntah campur darah, keringat dingin dan batuk yg tiada henti-hentinya.

Usia therapi, saya bertanya kepada anaknya, kenapa Mas sampeyan kok baru ruqyah sekarang? Bukankah keluhannya sudah teramat sangat lama sekali?

Apa jawabannya?

Bukannya nggak tahu Ustadz, tetapi setiap kali mau di ruqyah, pasti banyak reaksi seperti ;

1. Nggak percaya dan benci mendengar ruqyah syar’iyyah
2. Ketika mau berangkat ruqyah, kepalanya pening, pusing, badannya lemes dan berbagai macam alasan untuk nggak jadi ruqyah!

Bahkan kemarin saja Ustadz, ketika saya kabarin mau ruqyah ke Ustadz kepalanya sudah merasa pening. Nih tadi mau berangkat, hampir batal….

Akhirnya saya teringat beberapa kasus serupa yg kami therapi sebelumnya, bahwa banyak bbrp pasien mau ruqyah itu sudah reaksi diantaranya sbb
1. Menunda-nunda keinginan ruqyah
2. Gagal menyimpan nomor telponnya peruqyah
3. Kepalanya pusing, ingin muntah ketika hendak ruqyah, bahkan ada yang sudah kesurupan ketika chatting dengan peruqyah dan membaca kata-kata ruqyah saja
4. Suka kesasar ke tempat peruqyah
5. Menggagalkan waktu janjian dengan peruqyah
6. Ada rasa benci, mangkel, keringat dingin ketika ketemu, dll

Akhirnya saya sangat paham, bahwa diantara faktor kenapa pasien ruqyah itu sangat sedikit.

Jadi ruqyah merupakan hidayah dari Allah. Kalo Allah memberi hidayah kepada seseorang, maka bisa saja sang pasien akhirnya ketemu dan ditherapi oleh peruqyah dengan jalan yg penuh dengan lika liku.

سبحان الله وبحمده عدد خلقه ورضاء نفسه وزينة عرشه ومداد كلماته

Surabaya, 9 Januari 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUBUNGI ADMIN