Rajah-rajah ‘Pembuang’ Sial

 

Sebuah surat dikirimkan seorang pemuda dari daerah Jakarta barat pada pertengahan November 2005. Dalam 2 lembar kertas bertuliskan tangan, pemuda yang berumur 30 tahunan ini. Menceritakan kisahnya dalam mendapatkan beberapa buah jimat yang kemudian membuatnya terkena gangguan aneh selama bertahun-tahun. Berikut penuturanya.

Dahulu saya pernah terpengaruh membeli beberapa buah jimat dari seorang dukun yang cukup terkenal. Ia mulai bercerita dalam tulisanya. Saya seorang bujangan miskin yang hidup jauh dari nilai-nilai agama. Mungkin karena itulah, saya terpengaruh orang yang lain untuk memiliki benda-benda terkutuk ini, agar hidup saya tidak sial terus.

Alhamdulillah sejak tahun 2002 akhir, saya bergaul dengan orang-orang yang boleh dikatakan sholih sehingga saya mulai menjalankan perintah Allah azza wa jalla yang selama ini sering saya tinggalkan. Namun sejak saya mulai merasakan kenikmatan dalam beribadah, saya mulai mendapatkan gangguan yang membuat saya sangat menderita. Misalnya ketika saya sedang sholat jum’at, saya sering mengeluarkan keringat yang berlebihan (seperti orang yang terendam air). Banyak orang yang memandang aneh atas kejadian ini. Sehingga membuat saya minder dan malas ibadah.

Keringat deras juga keluar ketika saya melaksanakan sholat terawihsebualan penuh Ramadan kemarin. Bahkan ketika saya mencoba mendekati seorang wanita untuk membina hubungan pernikahan, gangguan aneh itu datang lagi menerpa saya. Gangguan yang lebih dahsyat, datang ketika saya berniat menjalankan kewajiban sholat 5 waktu. Saya merasakan sakit yang terus menerus. Sampai akhirnya saya malas untuk melaksanakanya.

Tidak hanya cukup dengan semua peristiwa aneh tersebut. Ujian lainya datang dari orang-orang di sekitar saya. Mereka silih berganti menggunjing saya. Selesai yang satu, gantgi yang lain menggunjing dan mencemooh saya. Saya sangat terganggu dengan semua peristiwa ini. Apalagi saya termasuk orang yang perasa. Jika digunjing orang, saya hanya diam karena sedih. Kadang saya menangis sendiri dan tentgunya membuat saya malas melakukan aktifitas termasuk ibadah. Bersama surat ini saya kirimkan jimat yang masih tersisa ke kantor Majalah Ghoib, agar dimusnahkan karena saya tidak tahu cara melakukanya.

BENTUK JIMAT

Ada beberapa jimat yang dimiliki oleh pemuda ini. Bentuknya sebuah keris kecil yang harus disimpan di dalam dompet, tombak kecil yang harus dikubur serta selembar kain hijau yang harus disimpan agar mendapatkan berkah. Jimat yang berbentuk tombak kecil dulu telah dikuburkan bersama dengan rambut dan bajunya di depan rumah kontrakan pertama yang telah ditinggalkan pemuda ini pada bulan Mei 2005. Sementara sebuah keris sengaja ditinggalkan di rumah kontrakan keduanya bulan Juni 2005, karena ia tidak percaya lagi dengan keris tersebut.

Jadi yang dikirimkan pemuda ini, hanya sebuah kain berwarna hijau sebesar sapu tangan. Di atas kain hijau tersebut terdapat tulisan rajah-rajah berbahasa arab yang kerap ditemukan pada berbagai bentuk jimat yang selama ini telah dikirimkan oleh pembaca kepada redaksi Majalah Ghoib. Tulisan tersebut, seperti: dua kalimat syahadat, lafgadz Allah dan Muhammad yang ditulis bergandengan, tulisan Khulafaur Rasyidin, dan tentunya tidak ketinggalan huruf-huruf hijaiyah yang dituliskan dalam kotak-kotak kecil secara terpisah. 2 buah pedang bergagang burung elang juga menghimpit tulisan-tulisan tersebut menambah suasana mistis pada kain tersebut.

KESAKTIAN JIMAT

Jimat tersebut diyakini bisa membuang sial orang yang memiliki atau menyimpanya. Dalam surat tersebut tidak dijelaskan berapa ia harus membayar mahar ketika membeli jimat-jimat ini.

BONGKAR JIMAT

Propaganda setan untuk senantiasa menjerumuskan manusia melalui para dukun, akan senantiasa ada sampai dunia ini behenti dari aktifitasnya. Dengan berbagai cara setan melepaskan panah-panah beracun untuk memperbanyak teman mereka di neraka jahannam. Contoh jimat yang diyakini bias membuang sial ini adalah salah satu cara dari seribu cara setan untuk membujuk manusia menjadi pengikutnya.

Mengatakan atau menjadikan bahwa jimat merupakan sebab untuk menolak bala atau membung sial, haruslah ada keterangan dari Allah azza wa jalla dan Rasulullah saw. Sementara yang kita dapati bahwa Jimat telah divonis Rasulullah saw sebagai satu bentuk kesyirikan, seperti dalam riwayat Ibnu Mas’ud ra;”sesungguhnya jampi-jampi, jimaty-jimat dan guna-guna adalah syirik.” Dari sini jelas bahwa jimat dalam pandangan syari’at (hukum Islam) bukan sebagai sebab.

Dan menjadikan sesuatu sebab yang tidak dijadikan oleh syariat sebagai sebab termasuk perbuatan syirik. Jimat-jimat yang diyakini bisa membuang sial ini malah menjadikan pemiliknya susah untuk beribadah dan khusyu’ dalam melaksanakan sholat 5 waktu.

Tulisan ayat-ayat al-Qur’an yang terdapat dalam jimat ini, sangat menghina al-Qur’an yang agung, ini adalah trik licik para dukun yang visi dan misinyaadalah bagaimana bisa menjerumuskan manusia. Agar terkesan lebih islami, jimat-jimat tersebut dimanipulasi dengan tulisan-tulisan berbahasa arab sehingga orang akan dengan mudah percaya kepada apa yang mereka berikan.

Hidup dalam kondisi serba kekurangan adalah pilihan-pilihan yang tidak lepas dari taqdir Allah azza wa jalla. Karena pada hakekatnya manusia selalu ingin hidup dalam kondisi serba kecukupan dan kebahagiaan. Namun terkadang usaha kita dalam berusaha memperbaiki kualitas hidup tersebut terbentur pada pilihan-pilihan yang tidak rasional dan bahkan tidak masuk akal seperti pergi ke dukun untuk membuang sial kita. Bukny kebahagiaan yang didapat malah gangguan-gangguan aneh yang membuat ibadah tidak nyaman. Memang bagitulah kerjan setan. Akal adalah makhluk ciptaan Allah azza wa jalla yang merupakan bagian kecil dari anggota tubuh manusia. Tentu sebgai makhluk tidak ada yang sempurna. Karena tidak sempurna itulah berarti memiliki keterbatasan dan tidak sanggup menentukan maslahat hidup yang sempurna di dunia dan di akhirat dan kesempurnaan hanyalah milik Allah azza wa jalla dan semua akan berakhir kepada-Nya.

Apa yang telah dilakukan pemuda ini dengan menyerahkan jimat-jimat terlaknat itu adalah bentuk usahanya dalam memperbaiki diri sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan dan kealpaan. Semoga gangguan aneh yang menimpa dirinya bisa cepat teratasi dengan Ruqyah Syar’iyyah tentgunya. Lebih dari itu semoga ia kembali khusyu’ dalam melaksanakan ibadah dan mendapatkan seorang pendamping yang Sholihah….Amin.

 

Ghoib edisi 54 th3/3 Dzulqa’dah 1426H/5 Desember 2005 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUBUNGI ADMIN