“Pusaka Leluhur” Pengganggu Keharmonisan

Pusaka LeluhurUntuk menemani istrinya melakukan terapi ruqyah syar’iyyah, seorang bapak yang bekerja sebagai pegawai swasta di Jakarta, pada pertengahan agustus 2005 datang ke majalah Ghoib. Terapi ruqyah yang dilakukan bersama istrinya tersebut merupakan bentuk usahanya dalam menyelesaikan kemelut rumah tangganya yang sedang mereka hadapi. Lewat saluran telepon, bapak tersebut menceritakan kisahnya kepada Majalah Ghoib.

 

Tahun 1999 istri saya pernah dipelet/diguna-guna oleh seseorang. Tuturnya mulai cerita “Istri saya jadi seperti orang yang “kebingungan.” Untuk mengobatinya. Saya mendatangai beberapa  ‘orang pinter’ bahkan ada yang penampilanya sangat islami, tetapi dalam penyembuhanya masih memberikan jimat-jimat atau isim-isim kepada pasien yang datang ke sana. Setelah itu saya berusaha untuk mencari pengobatan islami bagi penyembuhan istri saya.

 

bulan april 2005, saya mulai mengenal dan membaca majalah Ghoib. Dari sana saya banyak mengetahui tentang ruqyah dan jimat-jimat yang menyesatkan. Namun saya baru datang ke sana untuk mendaftar ruqyah pada bulan juli 2005 . Ayah angkat istri saya adalah ‘orang pinter’ yang sering membantu menyembuhkan penyakit orang lain. Ia kemudian memberikan sebuah pusaka berbentuk kujang yang katanya untuk penjagaan diri dan keluarga.

 

Tapi aneh setelah kami menyimpan benda pusaka tersebut, hawa rumah terasa panas. Istri saya sering marah-marah tanpa alasan. Keharmonisan tidak lagi saya rasakan. Saat mendaftar ke kantor majalah Ghoib istri saya mendapatkan giliran ruqyah pada tanggal 18 agustus 2005. Saat diruqyah istri saya merasakan seperti ada makhluk yang bergerak-gerak dalam tubuhnya. Setelah itu keadaan agak membaik.

 

Tepat tanggal 30 agustus 2005 istri saya tingkahnya sangat aneh. Ia mau meninggalkan rumah tanpa alasan, bahkan sudah beres-beres pakaian. Selama 3 jam saya berusaha merayunya untuk tidak meninggalkan rumah. Secara spontan saya datang ke kantor majalah Ghoib untuk menyerahkan pusaka ini untuk segera dimusnahkan.

 

Saat menuju ke kantor Majalah Ghoib saya takut ada razia senjata tajam. Namun karena tekad saya sudah bulat utnuk menyerahkan benda pusaka ini. Alhamdulillah keadaan kami sekarang sudah semakin tenang. Dan akan melakukan terapi ruqyah kembali pada pertengahan oktober 2005 akan datang. Oh ya, ruqyah ini juga saya lakukan sebagai usaha kami agar mendapatkan buah hati yang kami rindukan, setelah dua tahun menikah. Semoga keluarga kami baik-baik saja.

 

Bentuk Jimat

Pusaka ini berbentuk sebuah kujang berwarna silver. Pada gagang kujang ini terdapat kepala harimau dengan posisi siap menerkam. Begitu pula pada sarung kujang yang berbentuk huruf S yang ada pada kedua ujungnya, terdapat hiasan kepala harimau yang sedang menganga. Pada bagian tajam kujang terbuat dari dari tembaga. Terdapat tulisan arab. Di bagian pangkal yang berdekatan dengan gagangnya, pada dua sisinya terdapat tulisan Allah dan Muhammad pada sebuah linghkaran berbentuk rantai.

 

Pada sisi yang terdapat tulisan Muhammad, terdapat tulisan dua kalimat syahadat yang bentuk tulisanya tampak timbul. Di bawahnya terdapat pernik-pernik hiasan seperti akar-akaran pohon. Sementara bagian sisi, yang bertulisan Allah terdapat bacaan ayat kursi tanpa tranda baca/huruf gundul. Uniknya lagi pada bagian pinggirnya terdapat 5 buah lubang kecil yang atasanya tampak berundak.

 

“Kesaktian Jimat”

Pusaka ini dipercayai memiliki khaddam bernama eyang surya kencana. Patihnya prabu siliwangi, yang bisa melindungi siapa saja yang memilikinya. Kujang ini di dapatkan di daerah jawa barat. Cara mendapatkannya, katanya, dengan narik didahului dengan menyajikan sesajen atau semedi di sebuah pohon besar dengan mengandalkan filling/perasaan. Ketika sedang bersemedi , nantinya ada suara ghoib yang minta kopi, setelah keesokannya, benda-benda yang kita inginkan akan segera berada disana. Terkadang suara suara ghoib tersebut meminta syarat-syarat tertentu.

 

Benda pusaka ini juga harus sering diberi minyak agar terawat indah. Harus sering diperhatikan dan jangan diterlantarkan. Karena hal tersebut, sama saja dengan melecehkan pusaka itu.

 

Bongkar jimat

Diantara pintu besar yang suka dimanfaatkan syetan adalah kecintaan berlebihan kepada orang lain. Bila kecintaan kepada orang lain sudah menguasai kalbu, syetan akan terus menerus membantunya  kesemsem dengan orang yang dicintainya itu. Ketika kalbu seseorang sudah dikuasai syetan. Maka segala cara akan ia tempuh termasuk denga cara pellet, seperti yang dilakukan seseorang kepada istri bapak ini. Memekai media pelet untuk menarik perhatian orang lain adalah cara cara pengecut yang dilakukan para pengikut syetan. Karena mereka bertindak atas bantuan mantra-mantra atau media jin dalam mendapatkan cinta seseorang.

 

Benda benda yang dipercayai uantuk penjagaan, seperti benda pusaka kujang ini, ternyata malah menimbulkan kesengsaraan yang lebih parah. Memang para orang pinter selalu menggunakan jimat jimat dalam menangani sebuah masalah yang berakhir dengan masalah lain yang lebih rumit. Makna dua kalimat syahadat yang seharusnya difahami sebagai bekal aqidah kaum muslimin, justru digunakan sebagai media untuk memanggil jin yang diyakini sebagi khadam. Bacaan ayt kursi yang seharusnya diamalkan untuk perlindungan dari gangguan jin, terpajang pada jimat ini sebagai media amalan para dukun. Tentu ini merupakan awal dari muculnya masalah seringnya marah marah, pada istri bapak ini.

Allah swt adalah sebaik baiknya tempat perlindungan. Dan kekuasaan syetan hanya belaku kepada orang orang yang mengambil syetan sebagai pemimpinnya. Seperti yang diterangkan dalam surat An-Nahl ayat 98-100. “… bila kamu membaca al-qur’an, hendaklah kamu hendaklah kamu meminta perlindungan kepada allah swt dari syetan yang terkutuk. Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaannya atas orang orang yang beriman dan bertawakal kepada allah swt. Sesungguhnya kekuasaanya (syetan) hanyalah atas orang orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang orang yang menyekutukan allah swt.”

 

Maka diantara sifat-sifat orang yang beriman adalah, jika sedang kacau, marah, merasa was-was atau berbuat dosa maka akan segera mengingat dosa-dosa mereka serta mengingat bahwasannya itu termasuk tipu daya syetan. Lalu, merekapun kembali kepada jalan kebenaran, dan bertaubat kepada allah swt.

 

Apa yang telah dilakukan bapak ini, merupakan bentuk perseteruannya pada segala bentuk kemusyrikan. Semoga Allah swt menjadikan keluarganya, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Dan dikaruniai seorang anak yang dapat menjadi belahan hati, buaian jiwa.

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 51/3 oktober 2005

Kalung ‘Sakti’ Penebar Aroma Cinta

KalungSeorang mahasiswa tingkat akhir, datang ke kantor Majalah Ghoib untuk menjalani terapi ruqyah, karena ia merasa sulit tidur. Bersamaan dengan itu, ia juga membawa beberapa buah jimat yang selama ini telah disimpannya, untuk diserahkan dan minta segera dimusnahkan. Melalui saluran telepon ia menceritakan proses mendapatkan jimat-jimat ini.

“Awalnya saat kelas 3 SMA, saya trauma dengan sering terjadinya tawuran sesame murid SMA. Setelah seorang teman menawari saya ikut suatu perguruan, saya akhirnya tertarik untuk belajar ilmu yang dapat menjauhkan diri saya dari marabahaya. Awalnya, kegiatan perguruan hanya membaca sholawat Nabi. Pada perkembangan selanjutnya, pada malam Jum’at Kliwon, kami pergi ke Bogor untuk mengaji. Aktifitas di sana tidak membaca Al-Qur’an, tapi hanya membaca dzikir dan membaca sholawat Ibnu Abbas. Pengajian itu dimulai selepas maghrib. Di tengah-tengah pengajian tersebut terdapat sebuah gentong yang berisi air dan kembang-kembang. Setelah pengajian selesai, air tersebut diperebutkan oleh anggota pengajian untuk diambil berkahnya. Lebih dari itu, setiap bulan, perguruan  ini mengeluarkan 13 lembar amalan untuk diamalkan secara mandiri. Yang dibaca setelah shalat wajib. Lembaran-lembara amalan tersebut hanya dihargai seribu rupiah per lembar.

Setelah berjalan satu tahun, pengajian yang sekaligus sebuah perguruan ini, mengeluarkan jimat-jimat untuk diperjual-belikan kepada anggotanya, dengan membayar mahar. Saya pun membeli beberapa jimat untuk pegangan, termasuk jimat kalung ini. Pada mulanya, saya tidak merasa ganjil dengan aktivitas perguruan ini, karena semua yang dibaca adalah shalawat. Namun, ketika ada kegiatan pengajian ulang tahun perguruan ini di daerah Puncak Bogor, sebagian anggota kelompok pengajian ini tidak melaksanakan shalat Isya’. Katanya, shalat kita sudah ditanggung oleh guru besar perguruan ini yang tingkatannya sudah selevel Nabi. Walaupun kita juga dilarang berbuat jahat oleh perguruan ini, tapi hati saya sudah semakin tidak bisa menerimanya.

Suatu ketika saya membaca Majalah Ghoib di sebuah took buku. Dari situ saya semakin tahu, bahwa jimat yang selama ini saya simpang adalah barang terlaknat dan biang kemusyrikan. Pada saat mengikuti pengajian dulu, saya sering bergadang. Sehingga sekarang merasa sulit tidur. Saya akhirnya memutuskan untuk diterapi ruqyah dan menyerahkan jimat tersebut”.

Bentuk Jimat

Ada dua jimat yang diserahkan pemuda ini. Yang pertama, 4 lembar amalan yang di dalamnya terdapat tulisan Arab yang lebih banyak terdiri dari dua rangkai huruf hijaiyyah, seperti, lam dan ha, serta dho’ dan waw. Pada bagian tengahnya terdapt tulisan ayat yang terpotong-potong disertai dengan rangkaian angka-angka Arab yang tidak jelas maksudnya. Sementara di bagian pinggir, terdapt 12 kotak yang secara bergantian bertuliskan angka Arab tiga digit dan satu huruf hijaiyyah. Untuk menambah keyakinan, tulisan ini sudah rapi di laminating.

Yang kedua adalah sebuah kalung berbentuk segitiga berukuran 8×8 cm. pada ketiga sisi kalung tersebut, bertuliskan gabungan huruf lam dan ha. Pada bagian tengahnya, terdapat juga sebuah kotak kecil berukuran 4.5×3 cm. pada kotak ini, terdapat tulisan Allah dan Muhammad dalam segitiga yang lebih kecil ukurannya. Empat buah lingkaran kecil terdapat pada keempat sisi kotak ini. Tidak jelas benar, apa yang ditulis di situ. Sementara tulisan Ya Allah dan Ya Muhammad mengelilingi seluruh sisi pinggir kotak ini. Yang lebih aneh lagi, pada pinggir kotak ini terdapat tulisan Allah dan Muhammad yang dipisah setiap hurufnya.

‘Kesaktian’ Jimat

Jimat ini didapat dengan membayar mahar Rp. 113.000,-. Katanya, “kalung ini manfaatnya untuk kebalikannya. Orang yang jahat kepada kita akan jadi baik, orang yang akan menagih hutang tidak akan jadi, orang yang membenci kita akan berbalik menyayangi kita. Jimat ini juga dapat menimbulkan rasa mahabbah atau cinta orang yang melihat kita. Sehingga setelah memakai jimat ini, kita akan semakin bertambah pede (percaya diri) saat mengahadapi siapa pun”.

Bongkar Jimat

Rasa takut adalah fitnah asasi manusia. Takut terhadap marabahaya, takut akan kejahatan manusia, takut akan gangguan syetan dan makhluk jahat serta takut akan penyakit kronis yang menimpa orang-orang yang kita cintai. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika kita salah dalam mencari perlindungan dalam mengahadapi segala marabahaya yang akan menimpa kita itu.

Mencari perlindungan dengan mengikuti pengajian atau perguruan yang menggunakan media jimat adalah sebuah pilihan yang fatal. Karena jimat yang telah dikeluarkan oleh perguruan tersebut sebagai alat perlindungan merupakan benda yang tidak memiliki manfaat apapun, bahkan menyesatkan. Allah adalah sebaik-baik pelindung, karena Allah penguasa makhluk yang Nampak maupun yang tidak Nampak. “Hendaklah kamu berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl : 98).

Adapun tulisan-tulisan yang tertera pada kedua jimat tersebut tidak akan memberikan manfaat apapun kepada kita. Karena Allah tidak menjadikan benda semacam kalung baik yang bertuliskan huruf-huruf Arab atau huruf lain sebagai sarana untuk menolak marabahaya yang akan menimpa kita. Karena pada hakikatnya, yang telah mentaqdirkan adanya marabahaya adalah Allah. Oleh karena itu, segala perlindungan yang kita mohon harus kita tujukan kepada Allah semata. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an , “Allah Pelindung orang-orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Sedangkan orang-orang kafir pelindungnya adalah syetan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan.” (QS. Al-Baqarah : 257).

Huruf-huruf yang tertulis dalam jimat ini, merupakan potret kemusyrikan dan kesesatan. Huruf-huruf yang terangkai dari 2 huruf, seperti lam dan ha, tidak jelas apa manfaatnya. Atau behakan itu merupakan huruf-huruf yang biasa digunakan dukun untuk mengundang jin agar membantu orang yang mengamalkan atua menyimpan jimat tersebut. Bahkan pemenggalan tulisan Allah dan Muhammad merupakan bukti dari pelecehan terhadap kebesaran Allah dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

Lebih dari itu, manusia yang mengaku selevel dengan Nabi Muhammad adalah sebuah pengakuan yang mungkar. Karena pada hakikatnya tidak ada menusia yang dapat menyamai kemuliaan Nabi Muhammad. Oleh karena itu, waspadalah terhadap segala jenis praktik perguruan yang menyesatkan dan menyimpang dari aturan syariat Islam serta contoh dari Rasulullah SAW.

Semoga allah memberikan ketenangan serta limpahan ampunan kepada pemuda ini, yang telah melepaskan segala bentuk aktivitas kemusyrikan. Dengan menyerahkan segala bentuk jimat yang selama ini dianggapnya mempunyai manfaat dan kekutan.

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Liontin “Sakti” Penolak Penyakit

LiontinPada awal bulan Juli 2005. Surat yang berisi sebuah jimat, dikirimkan oleh seorang gadis asal Palembang yang bekerja sebagai guru privat dari rumah ke rumah. Dalam tiga lembar tulisan yang dikirimkannya, ia menceritakan kisahnya dalam mencari kesembuhan dan ketenangan atas dirinya:

“Masalah ini berawal, ketika saya melakukan kesalahan yang paling dibenci Allah. Saya pergi ke ‘orang pintar’ atau dukun. Pada saat itu saya selalu merasa nyeri di dada kiri. Saat nyeri datang, nafas terasa berhenti, saya benar-benar menderita sekali. Akhirnya dukun itu mengobati saya. Katanya, harus ada 3 tahapan yang dilalui, sampai yang terakhir kali saya harus ‘dikunci’ atau dibentengi agar sakit itu tidak kembali lagi. Setelah saya jalani semuanya, semua itu sia-sia saja, karena rasa sakit masih sering datang.

Saya terus berobat ke dukun tersebut, bahkan kali ini lebih parah lagi. Di sana, bukan cuma berobat, namun saya juga semakin sering minta tolong dalam mencari pekerjaan lewat dukun tersebut. Contohnya, ketika akan melamar ke sebuah perusahaan, saya minta bantuannya agar dapat pekerjaan yang dimaksud. Akhirnya saya diberi sebuah “pegangan” berupa liontin. Dukun itu mengisinya dengan mantra-mantra untuk menambah kesaktian dan dapat membantu siapa pun yang memilikinya.

Begitulah seterusnya, kurang lebih 5 bulan terakhir ini, saya mulai sadar kalau jalan yang selama ini saya tempuh adalah jalan yang salah dan jalan paling dibenci Allah. Selama saya mendatangi dukun tersebut, saya tetap melaksanakan sholat walaupun masih suka bolong-bolong.

Setelah membaca Majalah Ghoib, saya ingin segera bertaubat. Sekarang ini saya sudah melepaskan liontin itu dari leher saya dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Seperti berusaha shalat 5 waktu aktif tanpa bolong-bolong lagi. Berpuasa sunah Senin-Kamis serta ikut pengajian. Namun, rasa berdosa dan juga perasaan bersalah selalu menghantui saya. Selain ingin melebur dosa, saya juga mau mengusir semua mantra-mantra itu dari liontin juga dari tubuh saya.

Sebentar lagi saya akan menikah, saya ingin punya keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Tanpa membawa “pegangan” yang menjadi beban buat saya. Sekarang saya terima semua yang Allah takdirkan, walau impian saya ingin mendapat pekerjaan belum tercapai, namun saya tetap bahagia, karena Allah SWT pasti akan memberikan yang terbaik untuk saya.”

Bentuk Jimat

Jimat yang kita bongkar kalin ini, berbentuk sebuah liontin. Pada saat dikirimkan, liontin ini ditempatkan di dalam kotak kecil berbentuk empat persegi panjang. Liontin ini terdiri dari sebuah batu berwarna kuning menyala, yang dapat dilihat secara tembus pandang dari kedua sisinya. Batu kuning tersebut ditempatkan pada sebuah kerangka berwarna silver, dengan empat buah penjepit batu yang disertai bandulan untuk tempat kalung yang biasa digunakan sebagai hiasan di leher.  Namun, saat dikirimkan, tidak terdapat kalung pada liontin ini.

‘Kesaktian Jimat’

Setelah diisi mantra-mantra oleh sang dukun. Liontin ini dipercayai bisa membentengi diri dari berbagai macam penyakit. Bahkan bisa membantu mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Untuk menambah keyakinan gadis ini kepadanya. Si dukun itu juga telah mengisi tubuh gadis ini dengan benda semacam susuk, letaknya di kening di antara kedua alis. Pada hari-hari tertentu, gadis ini juga harus mandi kembang yang telah dirajahi, supaya ia semakin mudah mendapatkan pekerjaan.

Bongkar Jimat

Kesehatan merupakan anugerah dari Allah yang sangat didambakan oleh seluruh insan manusia di muka bumi. Dengan kesehatan, seseorang dapat memaksimalkan ibadahnya kepada Allah.  Memperoleh kesembuhan adalah usaha yang harus kita lakukan, jika kita memiliki masalah pada kesehatan badan. Namun, pergi ke dukun atau orang pinter bukanlah pilihan yang tepat untuk kita lakukan. Potret kesesatan dukun, sangatlah jelas pada peristiwa yang di alami gadis ini. Aktivitas pemagaran diri yang dijalaninya dalam tiga tahapan, mandi air kembang yang telah dirajahi, serta pengisian liontin dengan mantra-mentra, merupakan amalan yang menyesatkan bahkan dilaknat oleh Allah.

Liontin yang awalnya merupakan pemberian dari ibunda tercinta telah disalah gunakan dukun untuk menipu orang. Padahal, liontin hanyalah sebuah benda yang lebih pantas untuk perhiasan, yang tidak akan memberikan manfaat atau mudharat apa-apa bagi kesehatan manusia, apalagi dapat membantu mencarikan pekerjaan.

lngatlah dan waspadalah, ketika nanti para panghuni neraka berkumpul mengelilingi lblis dan mencercanya, lblis berkata, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan janji yang benar kepada kalian,” yakni dalam hubungannya dengan Hari Kebangkitan dan Hari Pembalasan. “dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyaIahinya,” yakni aku pun menjanjikan kepada kalian bahwa hari pembalasan tidaklah ada. Akan tetapi, aku menyalahi janji itu, yakni kenyataannya tidak seperti itu. “Sebenarnya aku tidak punya kekuatan dan kekuasaan atas kalian,” yakni aku tidak punya kekuatan dan kekuasaan untuk memaksa kalian menjadi pengikutku. “Aku hanya mengajak kalian; lalu kalian mengikuti ajakanku. “Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, tetapi cercalah diri kalian sendiri,” yang telah mengikuti ajakanku. “Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian,” yakni menyelamatkan kalian dari azab. “Dan begitupun kalian sekali-kali tidak dapat menolongku,” dari azab.

Sesudah itu, syetan mengumumkan keterlepasan dirinya dari orang-orang yang mengikutinya itu seraya berkata, “Sesungguhnya sejak dahulu aku pun tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah),” yakni aku berlepas diri dan mengingkari bahwa kalian mempersekutukan aku dengan Allah. Kalianlah yang mematuhi bisikan jahatku untuk berbuat syirik. Kemudian, sesudah itu, syetan menegaskan tempat kembalinya. Syetan berkata, “Sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim itu adalah azab yang teramat pedih.” (QS. Ibrahim: 22).

Begitulah, wahai saudaraku, syetan dan para dukun pembantunya menyesatkan manusia, setelah itu mereka berlepas diri dari perbuatan kita. Mari kembali kepada jalan yang diridhoi Allah. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh gadis ini sekarang. Semoga ia memperoleh kesembuhan atas segala penyakit yang selama ini mengganggunya. Semoga ia juga dapat mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, seperti yang dicita-citakannya.

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Sumber : Bongkar Jimat Majalah Ghoib Edisi 46/3

Lempeng Emas ‘Penolak’ Pernikahan Ghaib

Lempeng EmasSeorang Bapak yang menggeluti dunia usaha jual-beli computer, di penghujung bulan Juni 2005, datang menantarkan istri tercintanya ke kantor Majalah Ghoib untuk menjalani terapi ruqyah yang kedua kalinya. Kedatangannya kali ini, disertai dengan menyerahkan sebuah bungkusan, yang syarat dengan jimat-jimat yang telah didapatkannya dari seseorang yang mengaku “Kiai”, selama proses penyembuhan istrinya yang sudah sekian lama dihantui ketakutan yang luar biasa. Kepada Majalah Ghoib, Bapak yang sangat mencintai istrinya ini, menceritakan kisahnya dalam mencari kesembuhan.

Alhamdulilah di tahun 2005 ini, saya dapat menunaikan ibadah haji bersama istri saya. Sebelum berangkat, istri saya sering merasa sakit. Seperti ada yang mencekik lehernya, dan dadanya sering sesak. Untuk menyembuhkan penyakit tersebut, kami mendatangi beberapa orang dokter. Namun, menurut hasil analisa dokter tidak ada gejala apa-apa yang terjadi pada diri istri saya.

Kami pun berangkat haji dengan tenang. Saat menunaikan ibadah haji dengan penuh khusyu’, penyakit istri saya hilang dan tidak dirasakan gangguan seperti pada saat di rumah. Namu, begitu sampai di Jakarta, gangguan yang selama ini menghantui istri saya datang lagi,  bahkan lebih dahsyat. Melihat gejala tersebut, kami memutuskan untuk mencari orang yang dapat menyembuhkannya. Dalam kondisi bingung, kami mendatangi seseorang yang sering disebut “Kiai” di daerah Tangerang atas saran seorang saudara dekat. Menurut Kiai tersebut, istri saya diganggu oleh seseorang yang suka kepadanya sejak lama.

Memang, semenjak sering datang gangguan kepada istri saya, sebagai suami, saya merasakan ada gelagat yang tidak biasanya dari tingkah laku istri saya sehari-hari. Sepertinya ia sangat jauh dari saya, jauh dari anak-anak, dan selalu kepengin berpergian kemana-mana. Dari cara berpakaiannya pun agak berbeda. Informasi yang lebih menyesakkan dada saya, menurut Kiai itu, orang tersebut telah melaksanakan aqad nikah dengan istri saya melalui alam ghaib. Sekarang, ia menuntut kepada istri saya, agar mau dijadikan istrinya, karena menurutnya, mereka telah menikah secara syah. Tuntutan tersebut dijalankannya lewat berbagai macam gangguan yang menyiksa.

Berkali-kali saya mendatangi Kia tersebut. Pada pertemuan ketiga, Kia tersebut mendeteksi menggunakan media telur di dada istri saya. Dari dalam telur keluar semacam ekor kuda berbentuk serabut. Katanya, kalau bentuknya sudah seperti ini, berarti istri saya ingin dibunuh, karena sudah tidak bisa dijadikan istrinya. Dari semua ranngkaian peristiwa itu, Kiai itu juga memberikan sebuah jimat untuk kami. Katanya, jimat ini terbuat dari emas murni. Jimat ini juga disinyalir dapat membentengi rumah dari serangan santet dan teluh. Namun, bukannya ketenangan dan kesembuhan, malah mimpi yang lebih aneh-aneh yang dialami istri saya ini, setelah menyimpan jimat yang telah diberikan sang Kiai.

Suatu saat, saudara saya yang anaknya sudah 15 kali diruqyah, datang ke rumah kami. Ia menyuruh saya datang ke kantor Majalah Ghoib untukl menjalani terapi ruqyah. Setelah diruqyah yang pertama kali, istri saya benyak sekali kemajuannya, bahkan perasaan dicekiknya berangsur hilang dan kami merasakan ketenangan lahir bathin. Semoga saja istri saya sembuh total, sehingga kami mendapatkan ketentraman kembali dalam kehidupan rumah tangga. (tuturnya dengan mata berkaca-kaca).

Bentuk Jimat

Jimat ini berbentuk empat persegi panjang, berukuran 8 x 11 cm. terbuat dari seng berwarna silver dengan sisi depan dan belakang. Jimat ini bertuliskan rajah-rajah yang mencampur-adukkan antara bacaan al-Qur’an dengan mantra yang tidak jelas maksudnya. Pada sisi depan jimat ini bertuliskan dua kalimat syahadat, diselingi huruf-huruf hijaiyyah sperti huruf ha’, sin, lam dan ra’ yang ditulis secara terputus dan bergantian. Pada bagian tengah terdapat kalimat bismillahi mu’afii (dengan nama Allah, yang memberikan kesehatan) yang ditulismelingkar, ditambah dengan tulisan suratv al-Hasyr ayat 23-24. Pada keempat sisi tulisan melingkar ini terdapat 4 buah lingkaran kecil yang tidak bisa difahami apa isi tulisannya. Pada bagian bawahnya, bertuliskan Allah tiga buah denga diselingi hiasan seperti bintang kecil. Sementara pada bagian sisi belakang, terdapat penggalan-penggalan huruf Arab yang ditulis terpisah-pisah sehingga tidak jelas apa tulisannya. Tiga buah segitiga, bertuliskan nama-nama Allah bercampur huruf-huruf seperti angka Sembilan terbalik, juga terpampang pada bagian tengah jimat ini, sehingga semakin sulit dimengerti apa makna dari tulisan-tulisan ini.

‘Kesaktian Jimat’

Jimat ini diyakini bisa membentengi rumah rumah dari gangguan santet jika dipasang di depan rumah. Bisa juga menangkal gangguan jin yang akan menikahi seseorang secara ghaib. Mahar yang dibayarkan untuk mendapatkan jimat ini senilai Rp. 600.000,-

Bongkar Jimat

Wajar saja kalau istri bapak ini mengalami gangguan yang lebih dahsyat setelah memiliki jimat lantaran orang yang dipanggil “Kiai” telah memberikan jimat yang bertuliskan campuran antara ayat-ayat al-Qur’an dengan mantra yang tidak jelas maksudnya. Ayat-ayat suci al-Qur’an yang seharusnya diamalkan dan dibaca untuk dzikir pagi dan sore, malah ditulis pada sebuah benda yang menurutnya dari emas.

Adapun tulisan-tulisan yang tertera pada kedua sisi jimat ini tidak akan memberikan manfaat apapun kepada kita. Karena Allah SWT. tidak menjadikan benda bertuliskan ayat sebagai sarana untuk menolak kejahatan semacam santet atau teluh dari orang lain. Pada hakikatnya, yang dapat menjauhkan kita dari segala bentuk ujian, adalah doa-doa serta ibadah yang ikhlas kepada Allah Yang Maha Pemberi Perlindungan. Syetan dan dukun selamanya telah berkolaborasi untuk menyesatkan dan menyelewengkan aqidah menusia dari cahaya Allah. Jimat dan ritual pernikahan ghaib yang menyesatkan seperti dalam kasus ini, merupakan simbol-simbol kesesatan syetan.

Dalam menganggapi ujia yang diberikan kepada orang mukmin, Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang Mukmin itu dikeraskan (cobaan) terhadap mereka, karena sesungguhnya tidaklah mara-bahaya berupa ditusuk duri akan menimpa seorang Mukmin, atau yang lebih berat dari itu, dan tidak pula sakit, melainkan Allah SWT. mengangkatnya dengan satu derajat, dan menurunkan (mencoret) daripadanya satu kesalahan.” (HR. Ibnu Sa’ad, Hakim dan Baihaqi).

Penyakit (musibah) merupakan ujian dari Allah untuk menghapus kesalahan, atau menjadi teguran atas penyimpangan yang selama ini dilakukkan hamba-Nya baik secara sengaja maupun tidak. Semoga, keluarga ini dapat meraih kebahagiaan dengan hilangnya penyakit dan gangguan yang selama ini menghilangkan keceriaan mereka.

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah.

Sikat Gigi Penebar Pesona

Jakarta, di awal bulan Maret 2008. Pagi itu (6/3), kota Jakarta mendung seperti hari-hari sebelumnya. Majalah Al-lman terlambat masuk kantor, terjebak macet karena kondisi jalanan yang rusak dan bergelombang. Jam menunjukkan pukul 10.00, saat Majalah Allman memarkir kendaraan di garasi kantor. Baru saja menyalakan komputer, tiba-tiba suara telepon yang berada di ruangan redaksi berdering keras.

“Assalamualaikum, Pak! Ada tamu nih cari Bapak, seorang wanita,” tegas resepsionis yang piket pagi itu. Sejurus kemudian Majalah Al-lman langsung menemuinya di ruangan tamu. “Assalamulaikum Pakl Maaf nih mengganggu pagi-pagi , nggak pakai janji lagi!” tegas seorang wanita berkacamata ramah. Maialah lman menjawab salamnya dan duduk berbincang dengannya. Hari semakin siang, hujan rintik-rintik mulai membahasi kota Jakarta. Membuat suasana semakin sejuk.

“Kedatangan saya ke sini untuk berkonsultasi dan menyerahkan benda ini,” tegas gadis berumur 34 tahun ini, sambil menyerahkan sebuah bungkusan. Lebih jauh ia mengisahkan, setelah lulus kuliah jodoh yang diharapkannya tak kunjung datang. “Sebenarnya ada beberapa laki-laki yang penah dekat dengan saya, bahkan ada yang bermaksud melamar. Sayang, tanpa tahu penyebabnya mereka mundur teratur,” urainya lagi sambil menunduk. Sebagai seorang gadis yang telah cukup umur, ia merasa resah. Beberapa orang temannya bahkan sudah mempunyai 2 orang anak. Dalam kondisi seperti itu, ia tertarik dengan sebuah iklan pada sebuah majalah yang menginformasikan seorang dukun sakti. Dalam iklan tersebut, disebutkan bahwa sang dukun bisa membuat daya pesona seorang wanita bertambah kuat pancarannya. Dan laki-laki pun akan dibual mabuk kepayang.

“sebenarnya hati kecil saya menolaknya. Tetapi saya penasaran dan ingin mencoba-coba,” beber gadis yang tinggal dibilangan Jakarta Selatan ini. Dengan ditemani seorang sepupunya, ia pun mendatangi sang dukun. “Pada pertemuan pertama saya langsung diberi benda ini. Saya juga diperintahkan untuk menlalankan ritual mandi kembang pada malam Jum’at tepat jam 00, pada minggu ketiga setiap bulannya. Dan yang lebih aneh, selama menggunakan benda ini saya diperintahkan untuk berpakaian seksi,” bebernya lagi. Meski ragu dengan semua itu, ia terpaksa mengikuti semua titah sang dukun. Hasilnya malah memalukan.

Setelah dua bulan berjalan, apa yang diinginkannya tak kunjung datang. la malah menjadi bahan tertawaan para tetangga, yang merasa aneh dengan dandanannya yang agak seksi. “Mau jadi artis kali,” ujar seorang tetangganya mengejek. “Alhamdulillah, ada seorang tetangga lainnya yang berempati pada saya. la memberi nasihat, bahwa yang saya lakukan adalah keliru. la juga menyuruh saya menyerahkan benda ini ke sini. Makanya saya segerit menemui Bapak secepatnya. Tolong saya Pak, saya ingin hidup sesuai dengan aturan lslam, Tidak mau gini-ginian lagi,” tegasnya menutup pembicaraan.

Bentuk Jimat

Jimat yang diserahkan gadis ini berbentuk sikat gigi berwarna merah muda lengkap dengan bagian penutup sikat. Tidak ada tanda-tanda rajah atau simbol-simbol aneh yang biasanya di pakai oleh dukun dalam praktiknya. Semua nampak biasa saja.

“Kesaktian” Jimat

Jimat ini dipercaya dapat membuat sipemakainya bertambah cantik. Pesona yang ada dalam dirinya akan memancar, sehingga orang lain akan merasa takjub. Jimat ini harus dipakai setiap kali menggosok gigi. Sikat gigi inijuga harus digunakan pada saat mandi kembang, setiap malam Jum’at minggu ketiga. Rupanya dukun sudah beralih profesi jadi tukang sikat gigi. Mungkin karena bualannnya sudah mulai tidak laku dipasaran.

Bongkar Jimat

Lagi-lagi dukun membodohi pasiennya dengan bualannya yang ampuh. Segala cara mereka gunakan untuk menarik pasien yang datang. Kali ini lewat media majalah, yang banyak dibaca oleh kalangan yang berpendidikan cukup tinggi. Sikat gigi dan mandi kembang, menjadi alat sang dukun untuk menyesatkan si pasien, Apapun alasannya, memakai jimat dan melaksanakan mandi kembang adalah tindakan yang menyalahi aturan lslam.

Ternyata, kisah mandi kembang tengah malam bukan hanya ada pada lirik sebuah lagu dangdut yang pernah tenar di lndonesia. Kecantikan, ‘aurat, dan jodoh, tiga hal yang selalu beririsan dengan wanita. Ketiga hal tersebut, bila tidak disikapi dengan baik akan menjadi fitnah. Setiap wanita mempunyai fitrah untuk tampil cantik. Tapi sayangnya, banyak wanita yang tidak mengetahui perhiasan yang terbaik bagi dirinya. Ada yang menghiasi diri dengan logam mulia seperti emas dan berlian. Ada pula yang menghiasi diri dengan kosmetik. Semua ditujukan guna menampilkan diri dalam bentuk yang paling indah. Yang celaka, jika sudah minta bantuan dukun.

Bagi seorang muslimah, perhiasan terindah adalah akhlak mulia. lnilah perhiasan yang dapat dikenang sepanjang masa. lnilah perhiasan yang menjadikan pemiliknya mulia di hadapan manusia dan Allah. Dengan akhlak mulia, seorang muslimah akan terlihat anggun dan cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkesima dan kagum oleh keindahan akhlaknya. Dalam pandangan Rasulullah W, akhlak mulia menjadi bukti kemuliaan seorang muslim. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling indah akhlaknya.” (HR, Ahmad).

Lebih dari itu, berpakaian seksi seperti yang diperintahkan sang dukun adalah contoh nyata penyesatan dukun. Padahal seorang muslimah harus benar-benar menjaga auratnya. Hal ini seperti yang Allah perintahkan dalam QS. al-Ahzab ayat 59. “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya (jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada) ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adatah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Selanjutnya, masalah utama yang paling banyak menimpa seorang muslimah adalah jodoh yang tak kunjung datang. Padahal usianya telah beranjak tua. Pada hakikatnya Allah t[,s telah menciptakan  manusia berpasang-pasangan, supaya muncul suatu ketenangan, kesenangan, ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan seorang wanita mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah manusia. Apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan llahi dan dalam sunnah Rasul ditegaskan bahwa “Nikah adalah sunnahnya”. Oleh karena itu lslam mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan dan selanjutnya mengarahkan pertemuan tersebut sehingga terlaksananya suatu pernikahan. Misalnya lewat bantuan saudara atau teman. Untuk mencari solusinya, harus tetap berpegangan kepada syariat lslam yang memang diturunkan untuk kemashlahatan manusia. Yang paling utama dan lebih utama adalah memohonkannya pada Sang Khalik, karena Dialah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan (Qs. an-Nisa ayat 1).

Permohonan kepada Allah dengan meminta jodoh yang diridhoi- Nya, merupakan kebutuhan penting manusia karena kesuksesan manusia mendapatkan jodoh akan berpengaruh besar dalam kehidupan dunia dan akhirat seseorang, Semua itu memerlukan kesabaran.

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Telur “Kesuksesan” Pembawa Sial

Seorang ibu datang ke kantor Majalah Ghoib di penghujung bulan April 2005 untuk diruqyah. Setelah menyaksikan sinetron “Astaghfirullah” di SCTV ia segera menghubungi berbagai pihak untuk mencari tahu tentang terapi Ruqyah Syar’iyyah, seperti yang ditayangkan pada sinetron tersebut. Kedatangannya ke kantor Majalah Ghoib adalah bentuk ikhtiarnya untuk menyembuhkan gangguan yang selama ini dirasakannya dan penyakit yang diderita oleh suaminya tercinta. Sebelumnya, ia pernah mendatangi beberapa “orang pinter” di Jakarta. Selain telah memberikannya beberapa buah jimat, pengobatan yang dilakukannya selama ini berbuah kegersangan hati dah kekosongan jiwa sehingga ia terus mencari penyembuhan yang akan membuatnya lebih dekat dengan Allah sang Maha Penyayang. Melalui telepon ia menceritakan peristiwa demi peristiwa yang selama ini mendera keluarganya dengan penuh semangat. Berikut cerita lengkapnya.

Saya termasuk orang yang sangat kecanduan mendapatkan bantuan dari “orang pinter” kalau sedang dirundung masalah. Sejak bulan Maret 2002, ketika saya mengatami patah tulang tangan karena kecelakaan, saya mulai banyak berhubungan dengan “orang pinter”. Dimulai dari menghubungi “orang pinter” lewat telepon interaktif di televisi sampai mendatangi langsung di tempat prakteknya.

Menurut penerangan “orang pinter” yang pernah saya datangi. Katanya rumah saya, ada yang menggangu dengan menanam benda-benda di sekitar rumah , seperti bangkai, jarum dan rambut. Akhirnya, saya dibekali jimat untuk segera ditanam di pekarangan rumah saya. Namun hingga 4 bulan berselang, tangan saya tak kunjung sembuh, malah pada saat shalat saya tidak bisa sujud. Tangan saya sedikit membaik, ketika saya mendatangi “orang pinter” yang berada di daerah Jakarta Barat. Setelah ada benda seperti beling yang dicabutnya dari pundak saya.

Karena merasa sudah kecanduan dan merasa sudah cocok dengan “orang pinter” yang berada di Jakarta Barat tersebut, ketika suami saya jatuh sakit, saya kembali mendatanginya. Setelah sebelumnya suami saya sudah dibawa ke rumah sakit untuk berobat, namun belum ada perubahan. Setelah diberi air minum, suami saya muntah berwarna hitam dan sangat bau. Menurutnya, suami saya ada yang merasa tersaingi di kantor. Sehingga, harus segera memiliki, jimat agar selalu sukses serta memasang susuk intan, agar lebih aman dari gangguan jahat.

Beberapa waktu setelah memasang susuk dan memiliki jimat ini. suami saya tiba-tiba jatuh dikantornya. Dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Bersamaan dengan itu, ada saudaranya yang hajatan di kampun. Sehingga suami saya harus datang ke kampong nya di daerah JawaTimur. Di kampung halamannya suami saya kembali jatuh dan sakit lagi. Oleh keluarganya, suami saya kemudian di ajak berobat menemui “orang pinter”  setempat yang sudah sangat terkenal dengan sebutan eyang guru.

Di sana suami saya diharuskan memakan bawang merah yang telah di bakar bersama rajah-rajah berbahasa Arab. Persis seperti rajah yang biasa dipakai “orang pinter” di Jakarta. Setelah pulang ke Jakarta, rasa kangen bertemu keluarga begitu terasa. Maklum sudah lama tidak bertemu saya dan anak-anak. Kamipun melakukan hubungan suami istri sebagaimana layaknya sebuah keIuarga. Keesokan harinya. Sekujur tubuh saya dipenuhi oleh benjolan sebesar bawang merah. Rasanya seperti terbakar api dan membuat saya selalu menangis. Semenjak itu, setiap malam Jumat saya selalu kesurupan dan merasa sangat trauma apabila didekati oleh suami saya. Saya kembali mendatangi “orang pinter” langganan saya yang berada di lakarta Barat. Oleh “orang pinter” tersebut penyakit saya ditransfer ke telur ayam negeri, sehingga benjolan yang berada di sekujur tubuh semuanya hilang.

Kesembuhan memang telah saya dapatkan setelah menyambangi “orang pinter” itu. Akan tetapi setelah pulang ke rumah, setiap kali mengerjakan sholat, bacaan saya selalu kacau, tidak bisa berkonsentrasi. Pada saat sedang berdzikir serasa ada yang mengganggu saya. Perasaan sering mual dan merasa sedih berkepanjangan selalu saya rasakan. Pada akhirnya, setelah menyaksikan sinetron “Astaghfirullah”, saya dapat menjalani terapi ruqyah dan menyerahkan jimat yang pernah saya simpan tuntuk segera dimusnahkan. Saya gak mau macam-macam lagi setelah ini, hanya ridha Allah yang saya harapkan.

Bentuk Jimat

Jimat ini berbentuk seperti sebuah telur yang di dalamnya terdapat miniatur semar berwarna emas. Jimat ini dibungkus dengan sebuah kantong kecil berwarna hitam yang bertuliskan rajah-rajah berbahasa Arab.

‘Kesaktian’ Jimat

Jimat ini diyakini memiliki kekuatan untuk mencapai kesuksesan dalam menggapai karir di Tempat bekerja. Dan harus selalu terbungkus kain berajah, agar ‘kesaktiannya’ tetap manjur.

Bongkar Jimat

Menjadi orang pintar, merupakan hal yang diidam-idamkan setiap orang di dunia ini. Dalam ajang olimpiade Fisika Asia yang digelar di Pekanbaru baru-baru ini, beberapa orang pelajar yang merupakan putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia. Tentu mereka adalah orang pintar yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara.

Namun mendatangi “orang pinter” yang bisa membantu masalah dengan bantuan Jimat dan susuk, merupakan tindakan yang dilarang oleh syari’at. Apalagi ada ritual yang mengharuskan orang untuk memakan bawang yang telah dicampur dengan rajah-rajah. Harapan mendapatkan kesembuhan dan ketenangan dari semua aktivitas tersebut, ternyata membuahkan kesengsaran dan ketidaktenangan yang berkepanjangan. Kesembuhan yang didapatkan pun sifatnya hanya sementara saja. Setelah itu akan timbul gangguan yang lebih fatal seperti tidak bisa khusu’ dalam shalat dan berdikir.

Rasulullah telah berpesan kepada kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh lmam Ahmad, “Barangsiapa mendatangi peramal atau seorang dukun, lalu dia membenarkan apa yang dikatakannya maka sungguh diatelah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.”

Untuk bisa menyesatkan manusia, maka syetan mengajari dua jenis manusia yang dengan perantaraan keduanya kekufuran dan kesyirikan terhadap Allah bisa ditegakkan. Kedua jenis manusia tersebut adalah tukang sihir dan dukun. Maka sudah sangat jelas, apabila kita masih mendatangi “orang pinter” atau yang lebih kita kenal dengan dukun. Maka kita telah bersekutu dengan antek-antek syetan dalam menyesatkan manusia sehingga kita juga termasuk orang-orang yang telah kafir dari ajaran Muhammad Rasulullah.

Semoga Allah selalu memberikan ketenangan kepada ibu ini dalam menjalankan aktivitas ibadah. Sehingga Ridho Allah akan senantiasa bersamanya. Amin.

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Kain Kafan Pengusir Jin

Dari Ciputat, jimat-jimat ini dikirimkan via pos oleh seorang Bapak, pada Oktober 2004. Jimat-jimat ini dimasukkan ke dalam sebuah plastic, dalam keadaan sudah terbungkus rapid an berisikan penjelasan. Karena kerapihannya itu, tergambar keseriusan dari bapak tersebut untuk segera memusnahkan jimat ini, dan kefahamannya akan bahaya kemusyrikan dengan adanya jimat-jimat tersebut, di rumahnya.

Dalam tiga lembar surat yang dikirimkannya, bapak ini menjelaskan bahwa jimat ini didapatkannya pertama kali, ketika ibu mertuanya menderita sakit yang berkepanjangan. Awalnya adalah menderita sakit diabetes mellitus dan hipertensi. Setelah mencoba melakukan pengobatan ke beberapa rumah sakit, bahkan sempat di rawat inap, tetapi tetap saja tidak menunjukkan perkembangan yang menggenbirakan, bahkan sakitnya semakin parah dan berkembang. Penyakit yang bertambah itu adalah stress berat, ibu mertuanya ini, merasa tidak punya nafas, tetapi bukan karena sesak nafas. Selain itu, dia juga merasa kesulitan tidur. “Keluhannya sangat diluar logika,” kata bapak ini menambahkan.

Usaha untuk penyembuhan kemudian dilanjutkan dengan mendatangi seseorang psikiater ternama di Jakarta. Setelah diberi obat penenang, ibu mertuanya pernah tidur dua hari berturut-turut. Namun ketika bangun, ibu mertuanya mengeluh tidak bisa tidur, karena selalu dibayang-bayangi halusinasi dan di elus-elusi. Bapak ini kemudian berkonsultasi dengan seorang ustadz, mengenai penyakiut yang diderita ibu mertuanya ini. Ustadz ini menganjurkan agar ibu mertuanya itu, dibawa ke seorang psikiater Islami. Bapak ini ingin sekali membawa ibu mertuanya ini ke seorang psikiater Islami, tetapi ibu mertuanya selalu menolak walaupun dibujuk untuk kesana. Bahkan ibu mertuanya ini kerap kali mengancam untuk bunuh diri, dia memaksa untuk dipinjamkan gergaji, golok dan sebagainya untuk membunuh dirinya sendiri.

Beranjak dari kasus tersebut, ayah istrinya (mertua bapak ini), merasakan kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dan berdasarkan informasi dari seseorang, mertuanya itu pergi ke seorang dukun yang menurut pendapatnya untuk berikhtiar. Dari dukun yang di daerah Jakarta Barat itu, jimat-jimat ini didapatkan. Jimat-jimat ini oleh sang dukun diperintahkan untuk dipasang dengan paku di atas pintu masuk, pintu samping, pintu belakang dan pintu kamar si penderita di rumah. Ketika pemasangan jimat tersebut dilakukan bapak ini sedang tidak berada di rumah. Saat mengetahui bahwa mertuanya ini memasang jimat di rumah, ia terkejut, kesal bercampur marah, namun ia hanya bisa menentang dalam hati saja. Ia mengatakan kepada istrinya, bahwa apa yang telah diperbuat orang tuanya merpakan perbuatan syirik. Hal demikian itu, tidak  bisa ia utarakan kepada mertuanya, karena takut terjadi konflik.

Jimat itu akhirnya bisa dilepas, karena bapak ini berusaha terus menerus mendorong istrinya untuk mempengaruhi ayahnya, agar bersedia melepas benda terkutuk tersebut. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, istri bapak ini bisa meyakinkan ayahnya untuk mengijinkan melepas jimat-jimat tersebut. Ba’da maghrib, 26 September 2004, bapak ini melepas satu persatu jimat tersebut yang sebelumnya sempat berkonsultasi terlebih dahulu melalui telepon dengan redaksi majalah Ghoib, mengenai tata cara menurunkan jimat tersebut. Setelah semua jinat dapat dilepaskan, akhirnya bapak ini mengirimkan jimat tersebut ke Majalah Ghoib untuk dimusnahkan.

Bentuk Jimat

Ada dua jenis jimat yang dikirimkan: yang pertama terdiri dari empat buah jimat yang terbuat dari kain kafan berwarna putih dengan tulisan berwarna merah. Kain kafan ini, berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 15×15 cm. Tulisan dalam kain kafan tersebut ditulis dengan spidol merah. Isi tulisan dibuat seperti sebuah lingkaran, yang bertuliskan syahadat dan ayat kursi yang menjadi 8 buah lingkaran, semakin dalam lingkarannya semakin kecil bentuknya. Dan tepat di tengah-tengah lingkaran, tertyulis nama-nama malaikat Allah. Anehnya lagi, pada empat sisinya terdapat tulisan sin dan wau.

Sementara yang kedua adalah, tiga buah bungkusan yang isinya kapur sirih, yang kemudian dibungkus dengan daun sirih dan daun bambu.

‘Kesaktian’ Jimat

Jimat ini didapat dari seorang dukun, dngen meminta imbalan 600.000,- rupiah. Jimat ini diyakini bisa mengusir jin yang ada dalam tubuh si penderita. Karena, menutur dukun tersebut, ibu mertua bapak ini telah dimasuki jin jahat. Tetapi sampai jimat ini diserahkan ke Majalah Ghoib, ibu mertuanya tersebut masih menderita stress dan bahkan bertambah parah, hingga penghujatan kepada Allah.

Bongkar Jimat

Empat lembar kain putih yang kita bongkar saat ini tidak seperti kain putih biasanya, selain terbuat dari kafan, kain ini juga bertulkiskan rajah-rajah berbahasa arab yang ditulis melingkar dengan tinta merah.

Maka, seperti halnya jimat-jimat yang lain, seringkali kita jumpai tulisan-tulisan yang tidak bermakna dan hanya dapat dimengerti oleh si dukun saja. Pencantuman Syahadat dan nama-nama malaikat yang mulia, tidak jelas mengapa dicantumkan di situ. Dan untuk meyakinkan dalam menipu kaum muslimin, di salah satu tulisan yang dibuat melingkar tersebut, tertuliskan ayat Kursi. Agar orang mengira bahwa jimat ini dapat menyembuhkan penyakit dengan izin Allah. Padahal jimat ini adalah suatu kesesatan yang nyata, walaupun dicampur dengan kalimat thayyibah. Justru ini adalah pelecehan terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah.

Yang patut dicermati adalah, anggapan bahwa untuk mendapatkan jimat ini ke dukun adalah mereupakan ikhtiar. Tewntu ini merupakan pemahaman yang keliru. Karena dengan mendatangi dan mempercayai omongan dukun merupakan perbuatan yang dimurkai Allah. Maka dari itu, jauhilah usaha-usaha penyembuhan dengan perantaraan jimat yang diberikan oleh dukun. Lebih dari itu dalam ajaran Islam tidak anjuran untuk memasang jimat di atas penjuru pintu, karena itu merupakan perbuatan kemusyrikan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dijelaskan, “Setiap penyakit ada obatnya,apabila obat itu berintraksi dengan penyakit, maka sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah.”

Syekh bin Baz rahimahullah berpesan kepada kita semua, “Orang yang menderita suatu penyakit dilarang pergi ke dukun-dukun untuk mengetahui jenis penyakit mereka atau minta kesembuhan, sebagimana kita dilarang juga untuk mempercayai apa yang mereka katakana. Karena apa yang mereka lakukan adalah rekayasa (termasuk dengan penggunaan jimat untuk kesembuhan), atau mengahdirkan jin lalu minta tolong kepada jin tersebut untuk membantu (keberhasilan) praktik mereka.” (Majmu’ Fatawa: 3/274). Jadi, kenapa kita mendatangi dukun untuk beroabat, karena ternyata, apa yang kita lakukan itu hanyalah menjemput murka Allah dan menambah dosa, mengapa kita tidak meninggalkan dukun?

Berhati-hatilah. Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Barang siapa yang memakai jimat, maka ia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad dan disahihkan al-Albani). Wallahu a’lam.

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 29/2

Kain Merah dari Timika Papua

Dari Timika, Papua, jimat ini dikirimkan via surat oleh seorang bernama Gadis. Ketika sampai di Jakarta jimat ini diterima dalam keadaan rusak/robek sehingga harus dilekat dengan Isolatif di SPP Jakarta 10000. Pemiliknya mengatakan dalam suratnya bahwa semenjak kerepotan menjalankan ritual yang disyaratkan oleh limat-jimat ini. Dan membaca Majalah Ghoib, pengirim jimat ini meminta tolong kepada Majalah Ghoib untuk  memusnahkannya, karena untuk memusnahkannya sendiri tidak berani. “Mungkin Majalah Ghoib juga menerima benda-benda yang sama dari teman-teman yang lainnya, karena banyak teman-teman kita yang lain yang tertipu dengan kebohongan si dukun. Saya ucapkan terima kasih kepada Majalah Ghoib karena banyak sekali manfaat yang sudah saya dapat, terutama dalam memperkokoh iman dan tentang tipu daya syetan, semoga kita semua selalu dalam lindungan, dan bimbingan-Nya dan semoga Allah memberi petunjuk bagi hamba-Nya yang tersesat,” tulisnya panjang lebar.

Gadis menceritakan dalam suratnya bahwa jimat ini didapatkan berawal ketika dia membaca sebuah iklan yang mengatakan bisa merubah hidup seseorang dengan cara membuka inti qalbu dan ditegaskan bahwa jimat ini tidak syirik dan tidak bertentangan dengan agama manapun. Dia langsung tertarik karena ingin merubah hidup yang lebih baik. Kemudian via usrat dia mengubungi pemasang iklan. Selanjutnya disuruh mengirim sejumlah uang untuk buku petunjuk dan sarana/alat penunjang. Setelah uang dikirim, jimat pun datang.

Bentuk Jimat

Ada tiga jimat yang dikirimkan: satu botol minyak aroma yang dimasukkan ke dalam gulungan hitam, selembar kain merah yang sudah ditulis dengan tinta emas dan sebuah koin dari kuningan dengan sebuah lambang.

Jimat pertama, satu botol minyak beraroma yang dimasukkan ke dalam gulungan hitam bentuknya seperti mercon atau petasan yang ada sumbunya. Sementara gulungan hitamnya dihiasi rajah-rajah yang tidak jelas maksudnya seperti terdapat empat belas kotak kecil yang bertuliskan bismi, Alloh, Arrohman dan Arrohiim yang ditulis secara acak pada tiap-tiap kotak tersebut. Kotak tersebut diapit oleh dua tulisan syahadat di sebelah kiri dan kanannya.

Jimat yang kedua, satu lembar kain merah yang ditulis dengan tinta emas. Kain tersebut panjang kira-kira 60 cm. kain tersebut disekat-sekat dengan 10 kotak kecil, yang masing-masing kotak tersebut bertuliskan rajah yang menggunakan bahasa Arab. Setiap kotak beda tulisan dan hiasannya antara kotak yang satu dengan yang lainnya.

Dan jimat yang ketiga adalah sebuah koin dari kuningan. Masing-masing sisi memiliki lambing yang berbeda. Pada sisi pertama terdapat sebuah lingkaran yang bertuliskan huruf yaa siin yang sebanyak tujuh buah bertingkat. Di sisi lain gambar seekor kupu-kupu yang bertuliskan satu ayat yaitu yaa siin.

‘Kesaktian’ Jimat

Menurut pengirimnya, ketiga jimat ini diyakini mempunyai kegunaan sebagi alat untuk merubah hidup seseorang agar lebih baik, dengan cara membuka inti qolbu. Tetapi ada tatacara atau ritual yang harus dilaksanakan untuk mencapai apa yang diinginkan yaitu membuka inti qolbu. Cara yang dianjurkan oleh dukun tersebut untuk menggunakan benda-benda ini adalah: pertama-tama minyak wangi itu dioleskan di dahi diantara kedua alis dan mengoleskannya pun harus dari atas kebawah. Kemudian koin dan kain merah yang dirajah harus digenggam dengan tangan kanan. Setelah itu dianjurkan membaca doa yang ada di buku petunjuk (pada saat jimat ini dikirimkan, tidak disertai dengan buku petunjuk). Tapi menurutnya, doa tersebut dalam bahasa Indonesia karena doa itu bisa dipakai untuk semua agama. Setelah membaca doa itu, disuruh untuk menyebutkan keinginan-keinginan, kemudian bersujud. lni dilakukan sebanya 5 kali setiap sebelum tidur, dibawah jam l2 malam.

“Namun setelah saya melakukannnya selama satu bulan, perubahan yang diharapkan tak kunjung datang, malah kemalasan dan kerepotan yang didapat setelah melakukan ritual-ritual tersebut,” tulisnya mengungkap kekecewaannya.

Bongkat Jimat

Satu lembar kain merah yang kita bongkar saat ini tidak seperti kain merah biasanya, selain di datangkan dari Timika, Papua. Jimat ini juga diyakini bisa merubah hidup seseorang kepada kehidupan yang lebih baik. Tulisan dalam jimat ini adalah rajah-rajah berbahasa Arab yang ditulis dengan tinta emas.

Maka seperti halnya jimat-jimat yang lain, seringkali kita jumpai tulisan-tulisan yang tidak bermakna dan hanya dapat dimengerti oleh si dukun saja. Juga pencantuman ayat atau tulisan lainnya tidak jelas mengapa dicantumkan di situ.

Seperti pada 18 kotak kecil yang terdapat dalam kain merah sepanjang 60 centi meter ini. Pada kotak pertama yang ukurannya paling besar dari kotak yang lainnya, terdapat dua buah lingkaran yang bertuliskan kalimat “Basmalah” dengan ditambah kata Muhammad didalamnya, tulisan-tulisan tersebut tidak jelas apa maksudnya. lnilah simbol-simbol yang dipakai oleh para dukun untuk berdialog dengan makhluk yang dilaknat oleh Allah yaitu para jin. Tentunya kesepakatan antara si dukun dengan jin tersebut tetap menjadi rahasia antara mereka yang tidak bisa kita fahami. Dan kesepakatan itu adalah kesesatan yang nyata.

Pada tujuh belas kotak lainnya yang lebih kecil-kecil, terdapat rajah-rajah yang ditulis dalam bahasa Arab. Tulisan masing-masing kotak berbeda. Contohnya adalah tulisan huruf abjad arab dari angka 111 sampai 116, yang terdapat dalam 9 kotak kecil. Lagi-lagi kita tidak bisa meraba apa maksud dukun dan jinnya menuliskan hal itu. Tetapi tidak jelas, mengapa harus angka-angka arab yang ditulis di situ. Lagi-lagi hanya dukun sesat dan jinnya yang mengerti.

Dan untuk meyakinkan dalam menipu kaum muslimin, di salah satu kotak tersebut, tertuliskan asmaul husna. Agar orang mengira bahwa jimat ini diridhoi Allah, karena menyebut kebesaran-Nya. Padahal jimat ini adalah suatu kesesatan yang nyata, walaupun dicampur dengan kalimat thayyibah. Justru ini adalah pelecehan terhadap nama-nama Allah yang baik.

Ketidakjelasan yang banyak tercantum dalam kain merah dari Timika ini, sama dengan ketidakjelasan ukiran pada koin dan minyak wangi. lni semua diperparah dengan keyakinan syirik di balik itu semua. Lebih dari itu, ritual yang dianjurkan dengan cara bersujud merupakan sebuah ritual yang jelas-jelas bertentangan dengan akidah lslam. Karena sebagai seorang muslim sujud kita hanya untuk Allah SWT. Seperti diterangkan dalam al-Qur’an surat Fushshilat ayat 37. “….. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”

Sebagai pengingat kembali agar kita selalu berhati-hati, Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa yang memakai jimat, maka ia telah berbuat syirik.” ( HR. Ahmad dan dishahihkan al-Albani). Wallahu a’lam.

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 25/2

Terapi dari Dalam Diri Sendiri

Hidup ini memang berat. Tetapi bukan berarti kita harus dikalahkan oleh hidup. Sedih dan senang memang biasa. Tetapi keduanya tidak boleh membuat kita sampai stress. Karenanya, untuk menjauhkan diri dari gangguan stress, yang juga bisa menjadi pintu bagi masuknya syetan, kita harus menjalani hidup ini secara sehat. Sehat lahir dan sehat batin. Berikut ini, beberapa solusi yang layak kita renungkan, agar kita tidak stress.

  1. Yakini, segala sesuatu terjadi karena izin Allah.

Sebagai seorang mukmin, kita harus meyakini bahwa apa saja yang terjadi di dunia ini merupakan takdir dan kehendak Allah. Begitupun apa yang menimpa diri kita. Karenanya, tancapkan keyakinan itu di dalam hati. Tanamkan selalu di dalam diri, bahwa apa pun yang terjadi di dunia ini, terjadi karena kehendak Allah.

Rezeki yang kita terima, sehat atau sakit, bencana atau bahagia semuanya tidak bisa dilepaskan dari kekuasaan Allah. Kita hanya bisa berusaha. Tetapi Allah jualah yang menentukannya.

Dengan meyakini seperti itu insya Allah kita akan terhindar dari keguncangan jiwa, serta kekacauan diri. Sebab, sebagai seorang mukmin kita menjadi tahu bahwa apa yang terjadi pada diri kita, benar-benar tidak akan terjadi kecuali dengan izin Allah.

  1. Ketahuilah, dalam hidup pasti ada masalah.

Setiap kita harus menyadari bahwa dalam hidup pasti ada masalah. Siapapun orangnya, pasti pernah mengalami masalah. Memang masalah tersebut ada yang kecil, ada pula yang besar. Ada yang berat, ada yang ringan. Cobalah bertanya kepada siapa saja, yang kaya atau yang miskin, yang sendiri, yang sudah punya suami, atau yang sudah punya anak istri. Pasti, mereka akan menjawab pernah punya masalah dalam hidup mereka. Di kolong langit manapun, tidak ada yang bersih dari masalah.

Dengan berpikir seperti itu, beban-beban hidup yang sedang kita hadapi, bisa kita lihat sebagai sesuatu yang lumrah. Tetapi bukan berarti kita tidak berusaha untuk mencari penyelesaiannya. Namun, kita bisa menyadari, bahwa kita tidak sendirian. Bahwa boleh jadi kia masih lebih baik daripada orang lain. Bila kita gagal sekali, mungkin ada yang telah gagal berkali-kali. Allah SWT. menegaskan, bahwa sesungguhn;ra bersama kesulitan ada kemudahan.

  1. Mendekatlah kepada Allah dengan meningkatkan iman dan amal shalih.

Untuk menghilangkan stress, kia harus banyak mendekatkan diri kepada Allah. Sebab, ketentraman hati, seperti dijelaskan Allah sangat bergantung kepada dzikir kita kepada Allah. Apabila kita berdzikir, mengingat Allah, maka hati akan tenang. Stress dan gangguan jin harus dilawan dengan iman. Sedang iman itu sendiri bisa ditingkatkan dengan taat kepadaAllah, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semakin kita banyak taat, semakin tinggi pula kadar iman kita.

Beban-beban hidup yang berat, harus kita jalani dengan tabah. Dengan terus memohon pertolongan kepada Allah. Justru, bila hidup yang berat ini dijalani dengan menjauh dari Allah, maka akan lebih berat.

Dekatkan diri kepada Allah dengan amal shalih. Jalankan shalat secara benar. Bacalah Al-Qur’an. Berinfaqlah. Siapa tahu, semua beban yang selama ini terjadi, lantaran kita belum menjalankan kewajiban sebagai muslim secara benar.

  1. Menjauhi perbuatan dosa.

Gangguan stress, sebenarnya bisa terjadi manakalah orang banyak melakukan dosa. Sebab, pada dasarnya orang yang melakukan dosa, berarti tengah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan fitrahn;ra sebagai manusia. Saat itulah terjadi ketidakstabilan dalam dirinya. Seluruh anggota tubuh manusia adalah muslim. Tangan, mata, telinga, akal pikiran dan seluruhnya, pada mulanya tunduk pada ketentuan Allah. Tetapi manusia sendirilah yang memaksa mereka melakukan sesuatu yang tidak benar.

Karenanya, gangguan stress dan gangguan jin akan sulit disembuhkan manakala kita tidak mau menjauhi dosa. Semakin banyak dosa kita, semakin berat pula beban yang akan kita tanggung. Sebab, melakukan dosa itu ibarat minum air laut. Semakin minum semakin haus. Tidak ada hawa nafsu yang pernah kenyang.

Maka, sebisa mungkin, kita harus berusaha bersungguh-sungguh menjauhi dosa. Apalagi dosa-dosa besar. Kita harus beristighfar, bertaubat, dan memohon keteguhan kepada Allah SWT.

  1. Membentengi diri dengan perisai do’a

Selain hal-hal di atas, stress dan gangguan jin, harus dijauhkan dengan perisai do’a. Karenanya, Rasulullah pun mengajarkan, bahwa gangguan stress dan jin ada yang obatnya bersifat pencegahan dan ada pula yang bersifat pengobatan. Untuk yang bersifat pencegahan adalah dengan membaca do’a yang diajarkan Rasulullah, yang isinya memohon perlindungan dari godaan syetan, dari beban hidup, dan dari guncangan hidup. Selain itu,  juga dengan membiasakan diri membaca wirid pagi dan wirid petang.

Adapun yang sifatnya pengobatan, ialah dengan membaca do’a mohon kesembuhan, mohon dilepaskan dari beban, atau mohon dikeluarkan dari sakit dan gangguan yang menimpa. Do’a, seperti dijelaskan Rasulullah adalah ruhnya ibadah. Artinya, di dalam do’a itulah sesungguhnya terdapat inti dari penghambaan kita kepada Allah SWT. Karena itu, Allah SWT memerintahkan kita untuk memohon kepada-Nya.

Beban hidup yang berat, gangguan stress, apalagi sampai diganggu jin, memang harus diobati. Tetapi, semua itu harus diimbangi dengan terapi dari dalam diri sendiri. Dan, jalan ke sana, adalah dengan menekuni kehidupan sebagai muslim yang sejati.

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 1/1

Minyak Wangi Empat Warna ‘Penolak’ Bala

Minyak Wangi Empat Warna 'Penolak' Bala

Di usianya yang telah menembus angka 41, la tetap tegar menjalani hidupnya sebagai wanita single. Sebagai seorang gadis, memang sedih menjalani hidup tanpa seorang pendamping yang telah lama dinantikannya. Tanggal 6 Januari yang lalu, ia datang ke kantor kami di bilangan Salemba untuk menjalani terapi ruqyah. Setelah menyerahkan beberapa buah jimat. la menuturkan kisahnya kepada kami, setelah sekian lama. berkubang dalam pengaruh dukun- dukun yang pernah didatanginya.

“Coba dari dulu saya mengenal terapi Ruqyah Syar’iyyah”, ungkapnya mengawali pembicaraan. Saya hanya seorang lulusan Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGSD). Sudah hampir 17 tahun ini, saya mengajar di sebuah taman kanak-kanak di daerah Tangerang. Di samping itu, saya juga aktif mengikuti beberapa pengajian di sekitar rumah bersama kalangan ibu-ibu. Semua aktivitas tersebut, saya lakukan untuk mengisi hari-hari saya sebagai wanita yang belum menikah. Sebetulnya batin ini ingin menjerit, kenapa saya belum juga mendapatkan jodoh sampai sekarang. Ketiga adik saya semuanya sudah menikah. Ketika mereka minta izin untuk menikah. Saya memberikan motivasi yang terbaik kepada mereka. Saya berusaha tegar, karena saya yakin akan pertolongan Allah.

Sebenarnya saya sudah mencoba berhubungan dengan 15 orang laki-laki. 13 diantaranya hanya kenal sebentar saja. Boleh dong kita selektif dalam memilih jodoh. Kalau kita membeli buah saja, harus pilih yang terbaik. Sebenarnya saya selektif hanya dalam masalah kesholihan seorang laki-laki. Masalah lainnya ngak neko-neko. Kalau saya lihat akhlaqnya kurang baik, maka saya tolak. Ketika usia saya merangkak, menembus angka 30 tahun. Orang-orang di sekitar saya mulai panik. Teman-teman dan saudara, mulai menyarankan yang macam-macam.

Awal tahun 1992, saya mulai mendatangi beberapa orang pinter. Dari yang berada di Tangerang hingga ke daerah Bogor. Beberapa buah jimat mulai saya simpan. Sebetulnya batin saya menolak dengan semua aktivitas sesat ini. Tapi ya harus bagimana? Teman- teman terus mendesak. Bahkan seorang dukun pernah bilang kepada saya, pantas saja saya seret dapat jodoh. Disuruh menjalankan syareat seperti ini saya tidak mau. Semenjak itu, saya selalu dibayang-bayangi rasa ketakutan. Saya juga heran, mengapa saya terus mengikuti keinginan para dukun tersebut.

Alhamdulillah. Saya akhirnya mengenal terapi ruqyah. Dari sebuah acara di televisi, saya mulai mengenal dan memperhatikan ruqyah. Semakin hari semakin jelas, bahwa apa yang telah saya lakukan selama ini adalah sesat. Saya segera menghubungi kantor ruqyah di Salemba Sudah dua kali saya menjalami ruqyah. Hati saya semakin tenang. Bahkan kerinduan untuk kembali di ruqyah terus bergulir. Saya ingin sekali membersihkan diri saya dari gangguan jin. dan yang terpenting, semoga Allah mengampunkan semua dosa yang telah saya lakukan. Syukur- syukur kalau ada seorang lelaki sholih yang mau kepada saya. Amin.

 

BENTUK JIMAT

Jimat yang diserahkan ini, berbentuk 4 buah minyak wangi dengan 4 warna yang berbeda. Bentuknya seperti pipet berkuran 15 cm. Namun, diujungnya tidak terdapat lubang untuk meneteskan air. Permukaan benda ini bergelombang. Kalau diputarkan, air/minyak wangi tersebut seperti mengalir. Keempat warna di dalam benda tersebut adalah: merah, putih, hijau dan biru. Pada benda yang berwarna putih, terdapat sebuah kalung berwarna emas dilengkapi sebuah gantungan berbentuk lingkaran. Di dalam lingkaran tersebut, tertulis ayat kursi. Pada permukaan keempat benda ini terdapat tulisan Arab yang tidak dapat dimengerti apa tulisannya.

 

‘KESAKTIAN JIMAT’

Jimat terkutuk ini, diyakini dapat menolak bala. Keempat benda ini hares disimpan pada empat penjuru rumah. Didapatkan dari Anyer dengan membayar mahar Rp 500.000. Selama memiliki benda ini, si Ibu juga harus memiliki sebuah tambang yang dibelinya dari warung. Tidak dijelaskan oleh si dukun. Kenapa si Ibu harus memiliki tambang di rumahnya. Daasar dukun!

 

BONGKAR JIMAT

Kali ini syetan berhasil menggoda seorang gadis yang sebenarnya sangat rajin mengaji. Terkadang nilai keimanan yang telah kita pupuk setelah sekian lama, dibenturkan dengan realitas kehidupan yang menyuguhkan pilihan-pilihan yang sulit. Memang, belum menikah pada usia 4 tahun, merupakan ujian yang cukup berat bagi sebagian muslimah di Indonesia. Selektif dalam menentukan pilihan hidup juga tidak salah. Karena kita menginginkan orang yang seia sekata, terutama dalam pemahaman keimanan.

Tapi bukan syetan namanya, jika tidak terus menggoda dan menebarkan jerat-jeratnya. Apalagi, gadis ini serasa dipersimpangan jalan, hidup dalam dilematis. Syetan menebarkan. jaringnya lewat saudara dan teman-teman terdekatnya. Dengan dalih memberikan solusi, mereka malah menjerumuskannya pada aktivitas kemusyrikan. Hatinya sebenarnya menolak, untuk mendatangi para dukun pembohong itu. Namun, ia tidak punya pilihan. Benteng iman yang ia miliki harus jebol karena desakan dan realita. Dengan alasan menjalankan syareat, sang dukun pun membungkusnya atas nama ikhtiar. Padahal ikhtiar yang dilakukan sang dukun adalah tindakan yang dibenci oleh Allah.

Allah berfirman dalam surat al-A’raf ayat 201, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari syetan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahan mereka).” Penutup ayat ini, ingin menjelaskan bahwa gangguan syetan itu membutakan, membenamkan, dan menutup hati nurani. Tapi taqwa kepada Allah, perasaan selalu diawasi Allah, takut kepada kemarahan dan siksa-Nya, itulah benang yang menyatukan hati dengan Allah, membangunkannya dari lalai kepada petujuk, dan mengingatkan orang-orang bertaqwa. Jika mereka telah ingat, hati mereka menjadi terbuka.

Apa yang dilakukan gadis ini, dengan. menyerahkan jimat jimat yang didapatkan dari dukun, merupakan bentuk kesadaran akan masa lalunya yang kelam. Karena Allah akan membukakan hati hamba-Nya yang senantiasa berusaha kembali pada jalan Yang dirihoi-Nya. Semoga ia tetap istigomah untuk menjalankant terapi ruqyah dalam usahnya menyelesaikan masalah. Semoga ia diberikan seorang pendamping yang dapat membimbingnya kelak. Amin.
Ghoib, Edisi No. 58 Th. 4/ 1427 H/ 2006 M
HUBUNGI ADMIN