Anak Tidak Mau Sekolah, Perlukah Diruqyah?

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bapak pengasuh konsultasi yang dimuliakan Allah. Saya seorang ibu dari tiga putra. Saya merasa bingung karena kedua anak saya tiba-tiba berubah kelakuannya. Tadinya rajin shalat dan sekolah, sekarang tidak mau dan selalu mengamuk serta menjadi benci kepada saya (ibunya). Bahkan juga merusak dan berkata yang tidak masuk akal. Saya sudah berusaha menyembuhkannya dengan mendatangi 20 ‘orang pintar’ (ustadz), kata mereka anak saya kena teluh/santet sudah berjalan empat tahunan, pertanyaan saya:

  1. Bagaimanacara menghilangkan santet atau teluh?
  2. Apa perlu di ruqyah dan bagaimana caranya?
  3. Apa yang saya lakukan agar anak mau shalat dan sekolah lagi?
  4. Apa yang harus saya lakukan jika ia mengamuk?

Wassalam

lbu Pristiwati,Banten

 

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh

lbu Pristiwati dan seluruh pembaca Majalah Ghoib yang berbahagia. Kami ikut prihatin atas masalah yang ibu hadapi. Sebagai seorang ibu yang merekamelahirkan dan membesarkan mereka, sudah sepantasnya bila ibu bersedih atas perkembangan yang ada.

Pendidikan yang telah ibu tanamkan dengan baik, dengan mengajarkan shalat misalnya, ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan. Namun sayang, ibu tidak menjelaskan lebih jauh apa yang menyebabkan perubahan perilaku tersebut. Ibu bisa melihat kembali apa yang terjadi di lingkungan anak ibu selama ini. Baik di lingkungan keluarga di mana anak-anak dibesarkan atau di lingkungan permainannya.

Lingkungan memiliki pengaruh yang kuat atas perubahan perilaku seseorang, terlebih di usia anak-anak yang rentan goncangan. lbu bisa melihat kembali, dengan siapa anak ibu bergaul, Rasulullah bersabda, “Seseorang itu bergantung pada agama teman yang menemaninya. Maka lihatlah siapa yang menemaninya!” (HR. at-Tirmidzi). Namun, bukan berarti kemudian ibu melarang anak ibu bergaul sedemikian rupa sehingga mereka menjadi anak yang kurang pergaulan.

Pada sisi lain, perkembangan yang negatif itupun harus disikapi. Masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut sehingga masalah yang ibu hadapi pun semakin tidak terkendali. Kalaupun toh kemudian diambil kesimpulan bahwa anak ibu harus diobati, maka tempuhlah cara-cara yang tidak menyimpang secara timbangan aqidah. Dengan datang ke ‘orang pintar’ misalnya. Bila hal itu sudah terjadi, maka marilah segera membersihkan diri dengan bertaubat kepada Allah.

lbu bisa membawa anak-anak ibu ke psikiater untuk mengetahui lebih lanjut faktor penyebab perubahan tingkah laku tersebut. Pada sisi yang lain, manfaatkan jiwa keibuan sebagai sarana pendekatan yang efektif untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Berdoalah kepada Allah di saat malam. Mohon perlindungan kepada Allah agar anak ibu kembali menemukan ketenangan batin dan mau menjalankan shalat. Semoga dengan itu Allah mengabulkan doa ibu.

lbu Pristiwati dan seluruh pembaca Majalah Ghoib yang berbahagia. Memang tidak menutup kemungkinan perubahan yang terjadi pada anak-anak merupakan ulah syetan. Syetan bisa masuk melalui banyak cara. Seperti kekecewaan yang lama terpendam, kemudian terpikirkan terus atau sedih yang berlarut-larut. Atau mungkin mengamalkan amalan atau dzikir dengan jumlah tertentu yang tidak ada sunnahnya, puasa mutih, puasa sejumlah hari yang dibarengi dengan begadang di hari terakhirnya hingga malam dan lain-lainnya, atau ingin membentengi diri dengan datang kepada seseorang kemudian dituliskan sesuatu dibagian tubuhnya, ternyata hal itu justru menjadi penyebab gangguan.

lbu Pristiwati dan seluruh pembaca Majalah Ghoib yang berbahagia. Bila memang gangguan yang ada itu karena sihir, maka ketahuilah bahwa langkah pertama yang harus ditempuh adalah dengan membersihkan aqidah dari debu-debu syirik. Berlindung kepada Allah dengan melakukan kewajiban, meninggalkan larangan memperbanyak membaca al-Qur’an, membaca do’a-do’a penjagaan/perlindungan.

lbu Pristiwati, bila memang anak ibu masih belum bisa membaca do’a perlindungan sendiri, maka tugas ibu sebagai orangtua adalah membimbing mereka. Menuntun  melafalkan do’a-do’a itu atau bila memang dipandang perlu ibu bisa menulis do’a-do’a tersebut di kertas dan meminta anak-anak untuk membacanya. Kami yakin setelah beberapa minggu anak-anak membaca do’a tersebut, pada akhirnya mereka akan menghafalnya. Begitulah seharusnya orangtua bersikap seperti dahulu dilakukan Abdullah bin Umar.

Bila memang gangguan itu masih belum berkurang, maka tidak ada salahnya bita ibu meminta bantuan kepada orang yang shalih dan terjaga kemurnian aqidahnya untuk meruqyah anak-anak ibu. Karena itu jangan berhenti untuk memohon kepada Allah, Dzat Yang Maha Menyembuhkan, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Mudah-mudahan setelah diruqyah dan melakukan ruqyah mandiri mau shalat lagi, mau sekolah lagi. Jika mengamuk hadapi dengan sabar, karena kalau kita hadapi dengan marah juga justru akan menjadi-jadi, ingatkan dengan resep Rasulullah SAW. saat marah dengan;

Pertama agar selalu memohon perlindungan kepada Allah dengan membaca ta’awwu dz “Audzu billahi minasy syaithonir rojim”.

Kedua jangan berkata-kata di saat marah.

Ketiga merubah posisi berdiri menjadi duduk.

Keempat dalam keadaan duduk masih marah, maka rubahlah menjadi berbaring. Dan ingatkan dengan pahala yang sangat besar bagi orang yang bisa menahan amarahnya. Dalam sebuah hadits ketika Rasulullah SAW. ditanya oleh seorang sahabat “Ya Rasulullah tunjukkanlah kepadaku sebuah amal yang bisa menyebabkanku masuk surga Nabi menjawab, “Jangan marah, jangan marah, jangan marah (diulang tiga kali) kamu kan masuk surga.” (HR. Thabrani)

Mudah-mudahan Allah memudahkan urusan kita dan memberikan kekuatan serta kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Dan mudah-mudahan itu menjadi bukti akan sayangnya Allah terhadap kita Nabi bersabda, “Sesungguhnya jika Allah menyayangi hamba-Nya, maka Dia akan mengujinya.” (HR. at-Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan) Wallahu a’lamu bis showab.

 

Akhmad Sadzali, Lc

Ghoib Ruqyah syar’iyyah

Sihir Pemisah dan Pelet serta Solusinya

As-Salamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji hanya milik Allah, shalawat serta salam semoga selalu disampaikan kepada Rasulullah. Bapak pengasuh konsultasi yang saya hormati. Saya mempunyai saudara sudah berkeluarga. Baru beberapa bulan berlangsung membangun rumah tangga, sering berantem dengan suaminya. Padahal suaminya itu adalah lelaki pilihannya sendiri. Dan ia maunya selalu minta cerai. Suaminya selalu mengatakan bahwa dia jelek (padahal dia cantik). Ada yang bilang dia terkena pelet seorang lelaki sehingga dengan nasihat dari siapapun termasuk dari orang tua tidak mau didengarnya.

  1.  Ada apa dengan saudara saya itu pak ustadz, apakah ia kena sihir pemisah? Karena saya pernah mendengar istilah itu, apa itu sihir pemisah dan apa saja tanda-tandanya?
  2. Apa yang dimaksud dengan pelet, dan apa saja tanda-tanda orang yang terkena pelet, serta bagaimana cara menghilangkan gangguan itu?

Was Salamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Abdul Kholik, Jawa Barat

Wa ‘Alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara Abdul Kholik dan seluruh pembaca semoga selalu dalam lindungan Allah. Dari keterangan singkat di atas, maka ada dua hal pokok yang akan kita bahas dalam kesempatan ini. Yaitu tentang sihir pemisah, dan yang kedua tentang pelet. Sihir yang membuat seseorang berubah dari mencintai menjadi membenci, sihir ini sering disebut dengan sihir pemisah atau tafriq. Sihir tafriq ini menurut Syeh Wahid Abdussalam Bali, adalah sihir untuk memisahkan antara anak dengan ibunya, seseorang dengan saudaranya atau sahabatnya, atau memisahkan suami dengan istrinya. Yang terakhir inilah jenis sihir pemisah yang sering terjadi.

Adapun tanda-tanda orang yang terkena sihir pemisah adalah:

  1. Berubahnya keadaan secara tiba-tiba dari cinta menjadi benci.
  2. Munculnya keraguan yang sangat banyak di antara suami istri.
  3. Membesar-besarkan masalah meskipun sebenarnya hanya masalah kecil.
  4. Membalikkan atau merubah rupa wajah istri di mata suaminya, dan rupa wajah suami di mata istrinya. Sehingga terlihat buruk atau jelek saat dipandangnya.
  5. Rasa benci pada suami maupun istri yang disihir terhadap apa saja yang dikerjakan oleh masing-masing mereka.
  6. Tidak nyaman berada di dalam rumah dan inginnya keluar rumah. Anehnya jika berada diluar rumah ia merasa tenang dan nyaman.

Sihir pemisah ini bisa terjadi dengan menggunakan beberapa cara: yaitu seseorang datang ke tukang sihir dan ditanyakan tentang nama, nama orang tua, kakek dan nenek orang yang akan disihir, atau diminta membawa pas foto, ada juga diminta membawa baju bekas yang ada bau keringatnya, ada juga melalui air yang disiramkan di jalan yang dilaluinya atau sihir yang dimasukkan di makanan dan minumannya.

Saudara Abdul Kholik dan seluruh pembaca semoga selalu dalam lindungan Allah. Memang ada orang yang perubahan pada dirinya drastis seperti yang Anda ceritakan. Padahal ia baru saja kenal dengan orang tersebut, atau semula dia tidak menyukainya. Kemudian tiba-tiba sangat menyukainya, ingin berada di dekatnya atau ingin ketemu terus dan selalu terbayang wajahnya. Dan memang ada orang yang ingin mendapatkan cinta dari seseorang dengan cara ini. Padahal ini termasuk cara yang salah bahkan dosa besar, karena ini memanfaatkan jasa tukang sihir atau dukun adalah dilarang oleh Islam.

Tanda-tanda orang yang terkena sihir mahabbah atau pelet adalah:

  1. Menguatnya rasa cinta yang berlebihan
  2. Keinginan kuat untuk selalau bertemu
  3. Selalu terbayang-bayang dengan wajahnya
  4. Ketaatan buta kepadanya atau sangat penurut

Dalam realita kehidupan kita, sihir mahabbah atau pelet tidak saja terjadi pada pria dan wanita yang belum berkeluarga (belum menjadi suami- istri). Tapi juga terjadi pada orang yang sudah ada ikatan perkawinan dan sudah berstatus suami- istri. Biasanya hal itu dipicu oleh beberapa sebab, di antaranya:

Pertama, munculnya perselisihan antara suami- istri. Kedua, ketamakan istri terhadap harta suaminya. Ketiga, kehawatiran istri terhadap suaminya kalau ia selingkuh atau tergiur wanita lain. Kemudian dari sebab-sebab tersebut, akhirnya ia mendatangi seorang tukang sihir atau dukun untuk melakukan sihir mahabbah. Malah terkadang justru membuat runyam urusan rumah tangga. Seperti suami jadi sakit-sakitan akibat pengaruh sihir tersebut. Terkadang disertai dengan rasa benci terhadap saudara-saudara perempuan termasuk ibu kandungnya, bahkan benci terhadap dirinya sendiri.

Saudara Abdul Kholik dan seluruh pembaca semoga selalu dalam naungan Allah. Adapun cara menghilangkan pengaruh sihir pemisah dan pelet ini, pada dasarnya seperti sihir- sihir yang lainnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan ruqyah syar’iyyah adalah:

  1. Membersihkan rumah dari gambar- gambar yang manghalangi masuknya malaikat.
  2. Memusnahkan jimat yang ada di rumah maupun yang ada pada diri orang yang akan diobati.
  3. Mengosongkan tempat dari hal-hal yang bertolak belakang dengan syari’at islam.
  4. Menjelaskan dan menanamkan akidah yang benar kepada orang yang akan diobati dan keluarganya, sehingga tidak bergantung kepada selain Allah.
  5. Menjelaskan kepada orang yang terkena sihir tentang besarnya pahala orang yang bersabar saat mengahadapi musibah.
  6. Mengingatkan kepada orang-orang yang dekat dengannya agar selalu menemani, membantu, membimbing dalam melakukan terapi ruqyah.
  7. Menganjurkan kepada orang yang akan diobati untuk berwudhu
  8. Setelah itu melakukan ruqyah dengan membaca ayat-ayat dan doa ma’tsur terutama ayat-ayat sihir.

Dan bisa juga menggunakan daun bidara (Sidr) untuk terapinya dengan cara seperti yang dikatakan oleh Wahab Bin Munabbih: “Ambillah tujuh lembar daun bidara lalu ditumbuk antara dua batu (diblender) kemudian dilarutkan ke air. Selanjutnya larutan air daun itu dibacakan: ayat Kursi, al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas. Kemudian air yang sudah dibacakan itu, diminum sebanyak tiga kali tegukan dan sisanya dicampur dengan air yang lain dan dipakai untuk mandi. (Mushannnaf Ma’mar bin Rasyid). Semoga Allah melindung kita semua. Amin. Wallahu a’lam bish- shawab.

Oleh : Ustadz Akhmad Sadzali, Lc.

 

 

 

Ghoib, Edisi No. 58 Th. 4/ 1427 H/ 2006 M

Penyakit Kulit Saya, Karena Sihir?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz Junaidi yang dicintai Allah .

Saya seorang remaja muslimah (22 th) sejak usia 5 tahun hingga kini mempunyai penyakit kulit serius pada jari-jari tangan dan kaki. Sudah diobati berkali-kali belum sembuh, dari pengobatan dokter, mematuhi makanan yang dipantang, semua jenis salep yang murahan sampai yang mahal sudah saya coba. Jadi intinya saya telah banyak mengeluarkan dana untuk berobat, padahal dana tersebut saya dapatkan dengan susah payah. Pernah saya menolak pinangan perjaka karena saya kurang PD dengan penyakit yang saya alami.

Pada waktu kecil saya agak bandel, ada teman laki-laki saya yang jengkel ke saya, kemudian salah satu dari mereka mengucapkan mantera-mantera sambil menunjuk ke arah saya. Dari sini saya menyimpulkan bahwa sakit yang saya derita sekian lama ini adalah gangguan sihir atau jin.

Pertanyaan saya adalah: Apakah penyakit kulit bisa disebabkan oleh gangguan jin atau sihir?

Mohon do’a dan penjelasannya serta solusi dari ustadz, jazakallah.

Uswatun Hasanah, Lampung.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudari Uswatun Hasanah yang sabar, kami turut prihatin dengan kondisi saudari dan memohon kepada Allah yang Maha Penyembuh untuk menyembuhkan Anda.

Saudara dan saudariku pencinta Majalah Ghoib yang dicintai Allah, semua manusia tanpa terkecuali pernah merasakan sakit, baik sakit yang ringan, sedang ataupun berat. Kesemuanya merupakan bentuk ujian dari Allah kepada hamba- Nya walaupun penyakit-penyakit itu ada sebab dan musababnya. Di dalam al-Qur’an, Allah ta’ala telah menceritakan kepada kita tentang hamba- Nya yang sabar ketika menghadapi musibah sakit yang dideritanya yaitu kisah nabiyullah Ayyub ‘alaihissalam.

Allah berfirman, “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang maha penyayang di antara semua penyayang. Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan kami lipatgandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (al-Anbiya’: 83-84).

Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Ayub telah ditimpa bencana yang mengenai hartanya, anaknya dan badannya. Sebelumnya ia memiliki binatang ternak yang banyak, anak banyak, rumah banyak dan bagus- bagus, maka semuanya sirna. Dan akhirnya terkena pula penyakit kulit (lepra) di sekujur badannya. Tidak ada dari badannya yang tersisa kecuali hati dan lisannya yang ia pergunakan untuk berdzikir kepada Allah, sampai membuat jijik orang yang duduk dengannya hingga diasingkan di pinggiran desa.” (Tafsir Ibnu Katsir, juz 3 hal 198).

Dengan penuh kesabaran dan tawakkal kepada Allah nabi Ayub bertahun-tahun (ada yang menyebutkan 7 tahun dan ada juga yang mengatakan 18 tahun) menjalani semua cobaan yang menimpa dirinya. Sampai pada saatnya ia disembuhkan oleh Allah yang Maha Penyembuh.

Dalam ayat yang lain, penyebab penyakit kulit Nabi Ayyub lebih jelas diungkap, “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya: Sesungguhnya aku diganggu syetan dengan kepayahan dan siksaan.” (Shad: 41)

Jadi, walaupun tidak semua penyakit kulit seperti yang Anda alami dikarenakan sihir, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sihir pun bisa menyebabkan penyakit kulit, seperti kisah Nat Ayyub di atas. Apalagi Anda telah berusaha berobat secara medis, tetapi tidak kunjung sembuh.

Sedangkan cerita saudari tentang teman laki- laki yang membaca mantera, kita tidak bisa menvonis bahwa memang dia lah penyebab penyakit saudari sampai ada buktinya. Apalagi menurut cerita saudari bahwa penyakit kulit itu sudah ada sejak usia 5 tahun. Artinya, bisa jadi sebelum ketemu dengan laki-laki itu, penyakit kulit sudah ada.

Untuk lebih jelasnya, lakukanlah ruqyah syar’iyyah secara mandiri dengan banyak membaca al-Qur’an atau mendengarkan ruqyah melalui tape. Bisa juga anda bacakan ruqyah itu di air yang didekatkan ke mulut kemudian air itu diminum dan digunakan untuk mengusap yang sakit. Kami juga pernah meruqyah anak laki-laki yang menderita sakit kulit yang sudah lama. Alhamdulillah setelah diruqyah sakitnya disembuhkan oleh Allah ta’ala. Semoga Allah segera memberikan kesemubahan-Nya kepada saudari. Wallahu ‘alam.

 

 

 

 

Ghoib, Edisi No. 20 Th. 2/ 1425 H/ 2004 M 

Bisakah Ustadz Mendeteksi Pencuri dari Jauh

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Begini ya ustadz, saya dan beberapa kawan di kantor baru dapat musibah. Kami harus bertanggungjawab atas uang gaji karyawan yang hilang sebelum dibagikan, tugas saya waktu itu hanya memasukkan amplop-amplop yang berisi uang ke dalam brangkas, pada saat itu tanpa curiga saya langsung memasukkannya ke dalam brangkas tanpa saya hitung terlebih dahulu. Kemudian setelah brangkas dibuka ternyata jumlahnya berkurang. Jadi saya yang kena getahnya, karena seandainya uang itu hilang setelah dimasukkan berarti akan hilang semua atau ada bekasnya di brangkas tersebut. Saya ingin supaya ustadz meraba (menerawang) pencurinya dari jauh agar saya dapat mengetahuinya, apakah ustadz bisa melakukannya?

Ibnu Abdillah, Jakarta Utara.

 

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh

Saudara Ibnu yang semoga dirahmati Allah serta seluruh pembaca dan pecinta kami dimana saja berada. Kami turut merasakan keprihatinan yang sedang anda hadapi, tetaplah bersabar dan selalu bertawakkal kepada Allah serta jangan lupa terus menerus berdo’a kepadaNya.

Sangat banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang senada dengan hal ini, seperti : Masalah perselingkuhan, rizki yang seret, sulit jodoh, dagangan sepi, keterbelakangan mental, dll. Dari seabreg masalah-masalah yang disampaikan kepada kami, sebagian besar mereka menganggap praktek ruqyah yang diselenggarakan kami tidak berbeda dengan praktek paranormal atau dukun yang selalu menjanjikan kesuksesan atau keberhasilan yang instan dan dapat mengatasi semua penyakit dan semua persoalan. Padahal kita sebagai manusia sangatlah banyak kekurangannya dari sisi manapun, begitu juga kami yang mengenalkan terapi ruqyah kepada masyarakat ini. Manusia dengan keterbatasannya itu tidak mungkin melakukan sesuatu diluar yang telah Allah takdirkan kepadanya sehingga keluar dari fitrah kemanusiaannya. Ini kekhawatiran kita yang sudah ada sejak lama. Maka apabila diantara pembaca kami yang ingin berkonsultasi atau melakukan terapi ruqyah harus memahami bahwa terapi Ruqyah Syar’iyyah berbeda dan bertolak belakang dengan klenik atau perdukunan.

Ruqyah Syar’iyyah yang kita lakukan berlandaskan al-Qur’an dan sunnah Rasul yang memiliki misi untuk membersihkan kesyirikan yang banyak terjadi di masyarakat kita.

Dan perlu diketahui pula bahwa tidak semua persoalan yang diderita seseorang baik itu berupa sakit, kemiskinan, kesulitan mendapatkan pasangan hidup disebabkan oleh jin, sihir atau dikerjain orang lain. Karena banyak sekali diantara saudara-saudara kita yang salah dalam mencari solusi atas permasalahan keghoiban yang sedang mereka hadapi. Ditambah lagi ketika mencari jawaban atas permasalahan yang ia hadapi kepada dukun, biasanya yang sering dikatakan adalah: Oo, kamu kena dari penghuni tempat ini dan itu, kamu dikerjain oleh orang dekatmu dll.

Ingatlah, segala sesuatu yang menimpa seseorang adalah merupakan ketentuan (taqdir) Allah terhadap hamba-Nya. Allah berfirman, “Katakanlah: sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal.” (at-Taubah: 51).

Semakin jelas bagi kita bahwa apapun yang sedang dialami oleh seorang hamba yang beriman, senang atau susah, sehat atau sakit, kaya atau miskin dan seterusnya adalah taqdir yang harus diterima dengan lapang dada, namun jika ada yang belum sesuai dengan harapan kita, sebagai makhluk, manusia masih memiliki hak untuk berdoa dan berikhtiyar (usaha) yang diperbolehkan dalam syariat Islam, termasuk di dalamnya datang ke kantor Majalah Ghoib untuk ruqyah.

Berkaitan dengan pertanyaan di atas, apakah ustadz bisa menebak atau meraba pencuri uang gaji karyawan yang telah hilang? Ini sangat berbau perdukunan dan ramal meramal. Mengapa saya katakana demikian? Karena Rasulullah sendiri pernah dicandai oleh salah seorang shahabat beliau yang datang ke majlisnya seraya bertanya: Wahai Rasul apakah saya datang mengendarai unta atau kuda? Rasul menjawab: “Saya nabi dan bukan peramal,”

Seorang utusan Allah yang memiliki gelar imamul anbiya’ (imamnya para nabi) tidak mengetahui sesuatu yang ghoib yang tidak terlihat olehnya kecuali memang Allah memberi wahyu kepadanya. Rasul sangat manusiawi sekali. Maka beliau menolak permintaan untuk tebak menebak, dikarenakan hal itu biasa dilakukan oleh dukun.

Yang menjadi masalah, terkadang tebakan atau ramalan dukun itu benar sehingga kebanyakan orang awam tertipu oleh hal itu dan selalu menggantungkan urusannya dengan para dukun, na’udzubillah. Ketahuilah jika suatu saat tebakan dukun itu benar, maka itu adalah berita yang dicuri oleh syetan yang mencuri dengar dari langit kemudian membocorkannya kepada dukun tersebut. Jadi kebenaran itu suatu kebetulan belaka bahwa apa yang ia katakan sesuai dengan ilmu Allah. Tapi kenyataan kebetulan seperti itu terjadi sekali dalam seratus kali ucapannya, sehingga tingkat kebenaran dan kebohongannya adalah satu per seratus. Dengan demikian tingkat ketepatannya sangat lemah bahkan teramat jauh.

Di dalam al-Qur’an Allah telah menceritakan kisah Nabi Musa alaihissalam, yaitu tatkala terjadi perselisihan tentang siapa pembunuh salah seorang dari mereka. Allah berfirman, “Lalu Kami berfirman: pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu, demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti. (al-Baqarah: 73).

Pelajaran yang sangat berharga dari kisah yang diabadikan dalam Al-Quran tersebut adalah bahwa nabi Musa tidak mengetahui yang ghoib, seandainya dia mengetahui yang ghoib atau dia bisa mengetahui pembunuh dengan menebak dari jarak jauh tentu ia akan melakukannya dan tidak menunggu jawabannya dari Allah melalui wahyu- Nya.

Marilah kita semua berhati-hati dalam setiap aktifitas yang kita lakukan baik yang berkenaan dengan pekerjaan kita sehari-hari yang kasat mata ini apalagi yang ghoib dari kita, jangan sampai sudah kehilangan uang malah ketimpa dosa. Merugi dunia dan akherat. Wallahu ‘alam.

 

 

 

Ghoib, Edisi No. 19 Th. 2/ 1425 H/ 2004 M

Bagaimana Dzikir yang Sunnah?

Assalamu’alaikum

Ada beberapa masalah yang akan saya tanyakan kepada ustadz, dan sebelumnya saya haturkan banyak-banyak terima kasih.

Bagaimana metode dzikir yang ustadz Junaidi dan tim ruqyah lakukan, bisakah saya melakukannya?

Menurut edisi yang lalu bahwa karamah tidak bisa dipelajari apalagi di transfer atau didemonstrasikan berulangkali. Bagaimana dengan kejadian yang sering terjadi di kantor majalah ghoib, apakah termasuk karamah?

Wassalam

Zuhri. Ckr. Pdg

Jawaban 

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh, saudara Zuhri yang kami hormati serta segenap pembaca  yang mudah- mudahan selalu dalam lindungan Allah swt. Kami merasakan begitu tulus dan nampak sederhana dari pertanyaan saudara, namun hakikatnya bagi kami sangatlah penting dan perlu untuk disampaikan kepada khalayak umat, betapa masih banyak diantara saudara kita seiman dan seislam yang belum memahami amalan-amalan dzikir yang diajarkan oleh Rosulullah kepada kita sehingga sering kita jumpai di masyarakat tentang adanya dzikir-dzikir serta fadhilah-fadhilah (keutamaannya). Akan tetapi hal tersebut tidak ada dalilnya baik dari Al-Qur’an atau sunnah yang menganjurkannya.

Saudara Zuhri dan pembaca yang budiman, sesungguhnya dzikrullah itu membuat hidup semakin hidup dan yang lebih dari itu semua yaitu; ia dapat menyambungkan hati dengan Allah. Maka terpeliharalah ia dalam naungan keridhoan Allah dalam keadaan damai dan tentram. Seseorang yang selalu berdzikir kepada Allah baik dengan lisannya dan hatinya, dalam sepi atau keramaian pasti langkah-langkah hidupnya akan selalu mendapat pancaran cahaya Ilahi yang terang benderang tentu Allah juga akan melindunginya dari tipu daya syetan dan bisikannya.

Berdzikir secara umum sangat dianjurkan didalam islam, tidak ada seorangpun umat islam baik dari kalangan ulama’ ataupun awamnya yang menyangkal akan syariat berdzikir. Sangat banyak ayat-ayat al Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang memerintahkan supaya kita memperbanyak dzikir serta keutamaan-keutamaannya. Didalam kitab Riyadussholihin Imam Nawawi menyebutkan sedikitnya tujuh ayat dan tigapuluh enam hadits tentang perintah untuk berdzikir. Diantara ayat- ayat tersebut adalah firman Allah:

فَادْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al- Baqarah:152)

Dzikir dalam pengertian bahasa berarti banyak menyebut atau membaca wirid-wirid yang telah diajarkan dalam syara’, dari sisi inilah yang barangkali yang ditanyakan oleh saudara Zuhri. Karena secara umum menurut para ulama’ dzikir itu adalah semua amalan baik yang diniatkan semata-mata karena Allah a’ala (lillahi ta’ala) baik amalan lisan atau amalan anggota badan yang lainnya, seperti membaca al Qur’an, menuntut ilmu, shodaqoh, membantu orang miskin dan sebagainya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Said bin Jubair dan beberapa ulama’ lainnya bahwa fadhilah (keutamaan) dzikir tidak terbatas hanya pada tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan yang semisal dengan itu saja, tetapi setiap orang yang beramal karena Allah adalah orang yang berdzikir kepada-Nya (terjemah Al Adzkar hal 22).

Dengan demikian dzikir begitu juga do’a dalam syariat Islam sangatlah luas pembahasannya, karena dari bangun tidur sampai tidur kembali ada dzikir dan do’anya, dari masuk masjid sampai masuk kamar mandi ada bacaan dzikir maupun do’anya, jadi intinya seyogyanya setiap gerak gerik dan tarikan nafas kita selalu ingat Allah dalam kondisi senang atau sedih, suci ataupun berhadats.

Sebelum kita lanjutkan pada amalan yang dilakukan oleh team ruqyah, saya sebut disini team ruqyah bukan dimaksudkan untuk riya’ atau sum’ah, ini hanya semata- mata karena menjawab pertanyaan. Kita juga harus menyampaikan kebenaran yang kita yakini, jangan sampai kita meninggalkan kewajiban atau sunnah- sunnah Rasul karena takut riya. Karena meninggalkan amal karena manusia itu juga riya’.

Supaya tidak ada ‘diskriminasi’ atau ‘kultus’ pada penulis kitab atau penyusun wirid-wirid atau bacaan- bacaan dzikir tertentu, maka yang wajib kita perhatikan adalah keshohihan riwayat lafazd-lafazd dzikir tersebut dan tata caranya (adabnya). Apabila shohih maka mari kita amalkan namun apabila tidak shohih kita tinggalkan. Agar terhindar dari amalan bid’ah sebab amalan yang bid’ah tidak diterima oleh Allah. Rasulullah saw bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَاهَذَا مَاليْسَ مِنْهُ فَهُوَرَدٌ

“Barang siapa membuat suatu perkara baru pada urusan agama kami yang bukan termasuk darinya maka ia tertolak. (HR. Bukhori dan Muslim).

Jadi, dzikir yang kami pakai adalah dzikir-dzikir yang ada dalil shahihnya.

Selain masalah ittiba’ ini harus diperhatikan juga tentang keikhlasan dan keyakinan yang kuat akan kemanjuran apa yang kita baca, hal ini khususnya ketika meruqyah karena pengaruhnya akan berbeda satu orang dengan yang lainnya disebabkan kekuatan, keyakinan dan kemauan yang keras dari pengamalnya. Maka jika ada suatu obat yang tidak ada pengaruhnya pada suatu penyakit, hal itu karena disebabkan lemahnya keyakinan pelakunya atau karena tidak cocok memakai cara tersebut. Atau ada pengaruh lain yang lebih kuat sehingga dapat mempengaruhi kemanjuran obat tersebut. Dengan demikian setiap orang yang menggunakan obat menurut dosisnya, maka akan berpengaruh sesuai dosis yang telah diberikan. Sama halnya orang yang meruqyah jika ia telah membacakannya sesuai dosis yang ada serta keyakinannya kuat maka ruqyah tersebut akan berpengaruh sesuai dosis yang telah diberikan.

Sedangkan masalah ruqyah yang mampu mengobati berbagai kasus jin, itu bukan karamah tetapi itu doa biasa yang bisa dipelajari setiap muslim. Wallahu Alam.

Dijawab oleh Ust. Achmad Junaedi, Lc. M.Hi

 

 

 

Ghoib, Edisi No. 16 Th. 2/ 1425 H/ 2004 M

Jawaban Cepat Saji 4

SERING MENGIGAU, DICERAIKAN SUAMI

Saya seorang wanita yang sering mengigau dan mimpi aneh-aneh sewaktu tidur, karena terganggu kebiasaan saya itu, akhirnya suami menceraikan saya. Bagaimana solusinya ustadz untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut?

(Akhawat, Karawang)

Bismillah wal hamdulillah, kami turut prihatin atas musibah ini, bersabarlah agar Allah merahmati anda. Mengigau atau mimpi buruk yang sering dialami oleh seseorang, memang termasuk gangguan jin (syetan). Anda bisa melakukan terapi ruqyah secara mandiri ataupun minta dibacakan muslimah yang lain. Rutinkanlah untuk membaca dzikir pagi dan sore, serta jangan lupa untuk berwudhu sebelum tidur, dan membaca al-Ikhlas, al-Falaq, an- Nas lalu tiupkan ke telapak tangan, kemudian usapkan ke sekujur tubuh anda. Dan bacalah ayat kursi agar Allah menjaga tidur anda. Kalau semua itu sudah anda lakukan, ternyata mimpi buruk masih menggangu tidur, maka meludahlah ke kiri tiga kali seraya membaca ta’awwudz. Lalu rubahlah posisi tidur anda, kalau perlu ambillah air wudhu kemudian shalat dua rekaat. Begitulah tips yang diberikan Rasulullah untuk mengatasi problem anda.

 

JIN SENANG TINGGAL DI RUANGAN KOSONG

Apakah jin senang tinggal di ruangan kosong yang jarang ditempati penghuninya?

(Abdullah, Balikpapan)

Bismillah wal hamdulillah, Jin yang muslim atau kafir memang suka menempati tempat-tempat yang kosong, atau tempat yang sunyi dan jarang dikunjungi manusia, atau juga tempat yang kotor terutama jin kafir. Dan banyak hadits yang menjelaskan hal itu. Sehingga kita disuruh untuk membaca doa ketika mau masuk toilet. Rumah yang berpenghuni pun dijadikan tempat tinggal mereka. Ketika penghuninya masuk dengan menyebut nama Allah, maka mereka kabur dan tidak akan tinggal atau bermalam di dalamnya. Begitulah Rasulullah menjelaskannya dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah.

 

SERING MERASA SAKIT KEPALA, TANGAN, KAKI DAN PERUT

Ustadz, saya sering merasa sakit kepala, tangan, kaki dan perut. Saya juga suka ngantuk. Tapi kadang- kadang tidak bisa tidur berhari-hari, bisakah diruqyah?

(Juju Jubaedah, Karawang)

Bismillah wal hamdulillah, semoga Allah cepat menyembuhkan penyakit Ibu Juju. Terapi ruqyah bisa dilakukan untuk segala jenis penyakit, karena hakikat penyembuh segala penyakit (fisik / non fisik) adalah Allah. Dan ruqyah yang kita lakukan tuju- annya adalah memohon kesembuhan dari Allah, dengan cara yang telah dicontohkan Rasulullah. Banyak kesaksian yang kita terima dari beberapa pasien yang merasakan sakit seperti yang dirasa Ibu, setelah diterapi di kantor majalah Ghoib dengan ruqyah, mereka bersyukur kepada Allah atas kesembuhannya, walaupun ada yang harus mengulang pengobatan beberapa kali. Kita juga menyarankan Ibu untuk berkonsultasi ke dokter, barang kali apa yang Ibu rasakan adalah gangguan medis. Semoga Ibu bersabar dan tidak salah dalam proses mencari kesembuhan.

 

BACAAN PADA SAAT HAID AGAR TIDAK DIGANGGU SYETAN

Bacaan apa saja yang bisa kita baca saat haid, agar kita tidak lalai dan mudah diganggu syetan?

(Ibu Azim, Villa Nusa Indah Bogor)

Bismillah wal hamdulillah, banyak dzikir-dzikir yang bisa dibaca oleh siapa saja, dalam kondisi suci maupun haid. Apalagi kalau bacaan tersebut sudah dihafal dan menjadi wirid harian, yang rutin kita baca setiap pagi dan sore atau saat mau tidur. Diantara bacaan itu adalah, ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq, An-Nas yang dibaca setiap pagi dan sore atau menjelang tidur, dan bisa juga ditambah dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah. Serta doa-doa lain yang bersumber dari hadits-hadits yang shahih.

 

SERING TAKUT DAN CEMAS, APAKAH GANGGUAN JIN

Kalau hati tidak tenang, terus mengalami ketakutan dan kecemasan, apakah termasuk gangguan jin?

(Abdullah, Karawang)

Bismillah wal hamdulillah, kalau tidak tenangnya hati karena belum menyelesaikan tugas atau kewajiban, seperti shalat atau tugas dari pimpinan, itu adalah suatu yang wajar. Begitu juga kecemasan yang diakibatkan ketidak jelasan dari apa yang kita harapkan, atau hilangnya sesuatu yang kita cintai, itu juga perasaan yang lumrah. Tapi kalau ketidak tenangan, kecemasan dan ketakutan selalu meliputi hati kita di setiap saat, itulah bagian dari gangguan jin (syetan). Karena suasana hati yang seperti itu menyebabkan seseorang tergesa-gesa dalam menunaikan tugas, bahkan mengabaikan dan menelantarkannya. Baik tugas kita kepada Allah atau tugas kita terhadap sesama. Inilah misi jin dalam menimbulkan ketidak tenangan dan kecemasan. Maka perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan dzikir-dzikir yang sudah dicontohkan Rasulullah, karena dengan dzikirlah hati akan menjadi tenang (QS. 13: 28).

 

MERUQYAH DENGAN MELIHAT FOTO

Bisakah meruqyah seseorang hanya dengan melihat fotonya?

(Hamba Allah, Cikarang)

Bismillah wal hamdulillah, kalau yang anda maksud dengan ruqyah disini berdoa, maka itu bisa saja kita lakukan, dengan adanya foto orang tersebut atau tidak ada. Tapi kalau yang anda maksud disini ruqyah pengobatan, maka adanya foto saja tidak berguna. Sebab lazimnya ruqyah itu berhadapan langsung, sehingga si peruqyah bisa memperdengarkan bacaan ruqyah di telinganya, serta tahu betul reaksi orang yang diruqyahnya saat mendengarnya. Dan juga mengetahui bagian mana yang dirasa sakit, urat mana yang harus dipijit, atau mendakwahi jin yang mengganggunya. Jadi orang yang minta diruqyah seyogyanya datang langsung ke orang yang akan meruqyahnya.

 

PENDAMPING SAAT RUQYAH

Perlukah kita didampingi seseorang saat melakukan ruqyah mandiri?

(Hamba Allah, Balikpapan)

Bismillah wal hamdulillah, kalau yang dimaksud ruqyah disini ruqyah penjagaan, maka tidak dibutuhkan pendamping saat melakukannya. Tapi kalau ruqyah pengobatan, lebih baiknya ada pendamping di sisi kita. Memang tidak semua orang yang diruqyah akan beraksi frontal (mengamuk). Hanya sebagai tindakan preventif saja, apabila jin menggerakkan anggota badan kita, atau akhirnya kita pingsan, dengan adanya pendamping berarti ada yang membantu atau memberitahu yang lainnya, bahwa kita lagi pingsan. Kalau ternyata gerakan kita tak terkontrol pun, dia bisa memegangi kita agar tidak merusak apa yang ada disekitar. Wallahu alam.

 

 

Dijawab oleh : Ustadz Hasan Bishri, Lc.

 

 

 

 

Ghoib, Edisi No. 16 Th. 2/ 1425 H/ 2004 M

Jawaban Cepat Saji 3

Bagaimana cara jin beribadah? Apakah sama dengan ibadah manusia?

(H. Junaidi, Cikopo, Banten)

Bismillah wal hamdulillah, ya… cara ibadah mereka sama dengan manusia, karena cara ibadah itu tauqifi atau telah ditentukan Allah dan disampaikan ke kita melalui Rasul-Nya. Kalau ingin ibadah kita diterima Allah, maka caranya harus sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah dan ikhlas dalam melakukannya. Nabi Muhammad Saw. diutus oleh Allah kepada manusia juga kepada komunitas jin, Allah berfirman, “Dan ketika kami hadapkan serombongan jin kepadamu (Muhammad) untuk mendengarkan al-Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya), lalu mereka berkata: diamlah kalian (untuk mendengarkannya). Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberikan peringatan.” (QS. al-Ahqaf: 29). Karena Rasul jin sama dengan Rasul manusia yaitu Rasulullah Muhammad, maka cara ibadah mereka- pun otomatis sama, kalau ada yang berlainan berarti ia telah menyimpang dari Syari’at Islam.

 

SURAT AL-JIN MELINDUNGI DARI JIN

Apakah membaca surat Al-Jin dapat melindungi diri dari gangguan jin?

(Hamba Allah, Tanggerang)

Bismillah wal hamdulillah, sesungguhnya semua ayat dan surat al-Qur’an kalau kita baca bisa melindungi diri kita dari gangguan jin, karena membaca al-Qur’an adalah dzikir. Termasuk membaca surat al-Jin. Tapi kita tidak boleh membacanya dengan cara dan ritual khusus, seperti puasa beberapa hari terlebih dahulu, mandi kembang, bacanya pada jam-jam khusus dengan jumlah bilangan tertentu. Atau hanya mengkhususkan diri baca surat al-Jin dan meninggalkan surat-surat yang lain. Bacalah seperti membaca surat-surat yang lain dan dengan adab yang wajar, seperti berwudhu telebih dahulu, menutup aurat, membacanya dengan tartil dan berusaha merenungi serta memahami makna bacaan lalu mengamalkan isinya.

 

SETIAP RUMAH ADA JINNYA

Apa benar, bahwa setiap rumah ada jinnya. Kalau penghuninya kafir, maka jinnya kafir. Kalau penghuninya muslim maka jinnya muslim?

(Hamba Allah, Tanjung Priok, Jakarta Utara)

Bismillah wal hamdulillah, memang setiap rumah ada jin yang tinggal di dalamnya. Ibnu Abid Dunya telah memberitahukan kepada kita hal tersebut dalam riwayat yang disampaikannya dari Yazid bin Yazid bin Jabir, dia berkata: “Di setiap rumah kaum muslimin ada jin yang tinggal di atapnya, bila makanan siang dihidangkan mereka turun dan bersantap siang dengan penghuni. Apabila makan malam dihidangkan, mereka juga turun dan bersantap malam dengan penghuni”. (Fathul bari: 6/345). Untuk mengusir keberadaan mereka bacalah dzikir dan do’a saat masuk rumah. Dan untuk menghindari keikutsertaan mereka dalam santapan makan, maka bacalah basmalah ketika hendak makan. Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu. menyebut nama Allah pada saat masuk dan pada saat makan, maka syetan berkata (kepada kawan- kawannya): tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam buat kalian…” (HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah). Adapun agama jin yang berada di rumah-rumah, tidak selalu sama dengan agama manusia yang menghuni rumah tersebut. Mungkin saja jin yang berada di rumah orang yang kafir itu agamanya muslim, atau sebaliknya jin yang tinggal dirumah orang muslim itu agamanya bukan Islam. walaupun ada juga jin yang muslim lebih suka tinggal di rumah orang muslim juga.

 

JIN DI RUMAH BISA DIUSIR?

Apakah jin yang ada di rumah itu bisa diusir?

(Hamba Allah, Pamulang)

Bismillah wal hamdulillah, jin pengganggu atau syetan yang ada di rumah bisa diusir, yaitu dengan membaca surat al-Baqarah dari awal sampai akhir. Sesuai sabda Rasulullah, “Sesungguhnya syetan akan pergi dan kabur dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah). Atau dengan memperbanyak baca al-Qur’an di rumah serta mengerjakan shalat- shalat sunah di dalam rumah. Dan penting juga diketahui serta diamalkan saat masuk rumah, yaitu membaca doa saat memasuki rumah serta membaca bismillah ketika menutup pintu dan jendela rumah.

 

DZIKIR BERTEMU NABI MUHAMMAD

Ada majlis dzikir, yang tujuannya bertemu Nabi Muhammad, bolehkah dzikir semacam itu Ustadz?

(Nur Amatullah, Palembang)

Bismillah wal hamdulillah, dzikir adalah amalan yang punya banyak keutamaan, selama dzikir itu Sesuai dengan ketentuan syari’at. Tapi kalau ada dzikir yang tujuannya bertemu dengan Rasulullah, itu adalah tujuan yang menyimpang yang tidak pernah dilakukan oleh para tabi’in atau para shahabat, maka dari itu tidak boleh dilaksanakan. Dan aktifitas seperti itu sangat rawan untuk mengundang campur tangan syetan, yang bisa saja mengaku-ngaku sebagai roh Rasulullah, kemudian memberikan wejangan atau amalan-amalan yang mengandung bid’ah. Sementara orang yang dzikir tadi tidak merasa kalau dirinya telah dipermainkan dan disesatkan oleh syetan. Karena Rasulullah sendiri tidak akan muncul kembali untuk memberikan bimbingan atau ajaran-ajaran baru yang tidak tercantum dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah. Kalau kita ingin diakui sebagai umat Rasulullah yang sejati, maka ikutilah apa yang ada dalam al-Qur’an dan al-Hadits, termasuk dalam berdzikir. Sebaiknya anda membaca juga rubrik kesaksian Majalah Ghoib edisi 12.

 

ADAB MENEMPATI RUMAH KOSONG

Ustadz, apakah ada adab Islam untuk memasuki/ menempati rumah kosong?

(Titin agustin, PT. Mattel Indonesia, Cibitung)

Bismillah wal hamdulillah, benar memang hal itu ada adabnya. Jangankan masuk rumah baru atau masuk rumah lama dan tempat-tempat tinggal lainnya, masuk WC saja dalam agama Islam ada adabnya. Adapun adab masuk rumah baru adalah membaca basmalah, serta berdoa: Allahumma inni as-aluka khairal maulaji wa khairal makhraji, bismillahi walajna wa bismillahi kharajna wa ‘alallahi rabbina tawakkalna. Artinya: Ya Allah sesungguhnya saya mohon kepada-Mu kebaikan waktu masuk dan waktu keluar, dengan nama Allah kami masuk, dan dengan nama Allah kami keluar dan kepada Allah kami bertawakkal (HR. Abu Daud). Dan jangan lupa memperbanyak doa: A’udzu bi kalimatillahit tammati min syarri ma khalaq, yang artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna (Al-Qur’an) dari kejahatan yang telah Dia ciptakan (HR. Muslim). Kalau rumah yang dimaksud kosongnya sudah lama, maka lebih baiknya dibacakan surat al-Baqarah. Wallahu a’lam.

 

 

 

Ghoib, Edisi No. 19 Th. 2/ 1425 H/ 2004 M

Meruqyah Tempat, Rumah, Kantor, Toko dan Gedung

Assalamu laikum Wr. Wb.

Bapak Ustadz Ahmad Junaidi Yth;

Saya selalu menyaksikan Ustadz dalam acara kuliah subuh setiap kamis pagi di Trans TV danı ingin sekali untuk bertanya kepada ustadz tapi sayang nggak pernah nyambung.

Adapun yang akan saya tanyakan adalah sebagai berikut:

  • Rencananya saya akan membeli sebuah rumah namun ragu-ragu karena kata orang ada penunggunya dan rumah tersebut kosong lebih kurang 5 tahun.
  • Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah ada penunggunya?
  • Kalau ada apakah bisa diusir atau hidup bersama tapi tidak saling ganggu?
  • Apa yang kita baca jika kita diganggu oleh makhluq halus?

Demikian harapan saya semoga ustadz berkenan menjawabnya dan atas kebaikan ustadz semoga dibalas oleh Allah swt, amiin.

Hendra S Mahyudin Pamulang

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Saudara Hendra yang berbahagia, semoga Allah menguatkan niat anda untuk membeli rumah yang sudah Anda cita-citakan dan melindungi kita semua dari tipu daya syetan. Menarik sekali pertanyaan yang Anda sampaikan, karena berkenaan dengan meruqyah tempat baik rumah, kantor, toko, sekolah, gudang, gedung dil Sebab di masyarakat kita masih banyak terjadi penyelewengan aqidah gara-gara akan membangun bangunan, seperti menanam kepala kerbau, kambing atau memasang jimat-jimat penangkal kejahatan jin atau manusia yang berupa wifiq, isim dsb.

Pembaca majalah Ghoib yang budiman, Allah telah menetapkan manusia sebagai kholifah di bumi ini, manusia yang paling berhak menempati setiap jengkal tanah yang ada di pelanet ini. Sedang mahluk-mahluk yang lain sebagai pelengkap keberlangsungan keberadaan manusia di bumi yang kita tempati ini. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi.” (Al-Baqarah: 30).

Sebenarnya kita tidak perlu melakukan pendeteksian untuk mengetahui suatu tempat apakah di situ ada jinnya atau bukan, karena jin itu bertempat di mana saja yang ia suka seperti tanah kosong, gurun sahara, tempat sampah, kamar mandi dan tinggal bersama manusia. Sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu Mas’ud, Imam Bukhori dari Abu Sa’id al Khudri, Imam Abu Dawud dan Nasa’i.

Di dalam kitab Fathul Bari (6/345) Al Hafizh berkata: Bahwa Ibnu Abid Dunya telah meriwayatkan dari jalur Yazid bin Yazid bin Jabir salah seorang perawi kepercayaan negeri Syam dan tabi’i yang termuda, ia berkata: Di setiap rumah ada jin yang tinggal di atapnya, setiap kali makanan siang diletakkan maka mereka turun dan makan bersama dengan penghuni rumah, demikian pula ketika waktu makan sore.

Jadi sebaiknya kalau saudara Hendra akan membeli rumah beli saja, jangan percaya dari sumber ‘katanya’ walaupun rumah itu kosong selama 5 tahun, tidak apa-apa untuk ditempati manusia, kan rumah itu yang membangun manusia juga Sebab gangguan jin itu tidak ditujukan ke rumahnya melainkan kepada orangnya, walaupun rumah yang kosong itu potensial untuk disinggahi jin karena pada dasarnya mereka suka tinggal di tempat-tempat kosong. Maka selama tidak ada gangguan apa-apa di rumah yang kita huni, sekalipun bekas rumah kosong, jangan mencari- cari sesuatu yang tidak dibebankan kepada kita dan tetap bersikap tawakkal kepada Allah.

 

Membentengi Rumah dari Syetan

Syekh Muhammad Ash Shayim berkata : Apabila rumah dihuni oleh orang-orang sholeh yang selalu ingat kepada Allah, maka rumah seperti itu suka ditempati dan disinggahi oleh para malaikat yang mendatangkan keteduhan, sedangkan rumah yang dihuni oleh orang-orang yang lengah dan lalai pada perintah Allah, maka rumah seperti ini akan menjadi kandang syetan dan pangkalan keburukan.”

Cara membentengi rumah dalam syariat ada tiga cara, yaitu :

  • Membaca Nama Allah Ketika Memasuki Rumah dan Ketika akan Makan

Rasulullah telah bersabda dalam sebuah hadits dari Jabir, “Apabila seseorang dari kamu memasuki rumahnya, lalu ia membaca nama Allah (berdoa) ketika masuk dan ketika akan makan, maka syetan akan berkata kepada kaumnya, “Kamu tidak akan memiliki tempat untuk bermalam dan makan malam di sini.” Dan apabila ia membaca nama Al- lah ketika memasuki rumah, namun tidak membca nama Allah ketika akan makan, maka syetan akan berkata kepada kaumnya, “Kamu mendapatkan makan malam, namun tidak akan mempunya tempat untuk bermalam di sini.” Dan apabila tidak membaca nama Allah ketika memasuki rumah, maka syetan akan berkata kepada kaumnya,” Kamu mendapatkan tempat untuk bermalam dan makan malam disini.”” (HR. Muslim).

 

  • Membebaskan Rumah dari Anjing, Gambar, Patung dan Arca

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi bersabda, “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang terdapat padanya anjing dan gambar-gambar.” (HR. Bukhari).

 

  • Membaca Al Qur’an

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Janganlah kamu jadikan rumah sebagai kuburan-kuburan, karena rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah padanya, maka ia tidak akan dimasuki oleh syetan.” (HR. Muslim).

Hendaklah rumah-rumah kita baik yang masih baru atau sudah lama jangan sampai terhalang dari keberkahan Al Qur’an, maka mari kita baca Al Qur’an setiap hari didalamnya.

 

Membentengi Diri dari Setan

Untuk melindungi diri seorang muslim hanya dapat dilakukan dengan cara mengerjakan amalan- amalan berikut ini secara kontinyu, yaitu:

  1. Selalu menjaga diri agar tetap dalam keadaan suci (wudhu)
  2. Melaksanakan sholat pada waktunya secara berjamaah
  3. Banyak membaca dzikir khususnya istighfar
  4. Rajin bersedekah dan bersegera dalam kebaikan
  5. Tidur dalam keadaan berwudhu
  6. Membaca dzikir pagi dan sore
  7. Berusaha untuk selalu khusyu’ dalam sholat, tilawah Al Qur’an, dzikir
  8. Melindungi diri dengan bacaan-bacaan ruqyah
  9. Sabar tidak mudah emosi dan cepat bisa menguasai diri ketika emosi
  10. Menjadikan diri sebagai orang yang pemaaf dan bersifat qona’ah.

Mudah-mudahan kita mampu melaksanakan semuanya dengan baik, insya Allah kita akan mendapat prediket hamba-hamba Allah yang dekat dan selalu ingat dengan-Nya. Wallahu ‘alam.

 

 

 

Ghoib, Edisi No. 18 Th. 2/ 1425 H/ 2004 M

Serial Jawaban Cepat Saji 2

JIN MASUK SYURGA ATAU NERAKA?

Apakah berlaku juga surga dan neraka untuk jin sebagaimana untuk manusia?

(Ibu Anas, Villa Nusa Indah, Bogor)

Bismillah wal hamdulillah, ya surga dan neraka berlaku juga untuk jin sebagaimana manusia. Di antara jin ada yang taat ada juga yang membangkang. Yang membangkang akan menjadi kayu bakar neraka Jahannam. Begitu juga kalau mereka senantiasa taat pada Allah, mereka akan masuk surga sesuai dengan amal kebajikannya, bacalah kembali agar lebih yakin firman Allah dalam surat al-Jin: 14-16.

 

MEMBENTENGI DIRI DARI SIHIR

Bagaimana cara membentengi diri agar tidak terkena sihir?

(Musthafa, Tanggerang)

Bismillah wal hamdulillah, berikut ini beberapa tips membentengi diri dari sihir yang diajarkan Rasulullah. Tiap pagi dan sore serta mau tidur bacalah surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas, ditambah ayat kursi dan dua ayat terakhir surat al-Baqarah. Membaca: “Lailaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syain qadir”, minimal 100 kali setiap pagi. Dan makan tujuh butir kurma Ajwah (jenis kurma Madinah) di pagi hari. Yang paling pokok adalah menjalankan kewajiban dengan baik, seperti shalat 5 waktu.

 

NABI SULAIMAN MENAKLUKKAN JIN

Bagaiman Nabi Sulaiman menaklukkan jin. apa pendapat Ustadz?

(Abdullah, Karawang)

Bismillah wal hamdulillah, sebetulnya Nabi Sulaiman tidak pernah berusaha menaklukkan jin, seperti yang dipersepsikan banyak orang. Dia hanya berdoa kepada Allah, dan Allah mengabulkan doanya. Itulah kekhususannya dan salah satu dari mukjizatnya, yang tidak mungkin dimiliki manusia biasa seperti kita. Jadi yang menaklukkan jin bukan Sulaiman, tapi Allah yang Maha Perkasa. Seperti yang diberitakan al-Qur’an, “Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan ijin Tuhannya”. (QS. Saba’: 12).

 

TEMAN SAYA MUDAH KESURUPAN

Bagaimana menanggulangi teman yang mudah kesurupan, terkadang dalam sehari bisa dua kali, sebelum maghrib dan sebelum isya?

(Ibu Eri Wijayanti, Balikpapan)

Bismillah wal hamdulillah, kami turut prihatin atas kondisi teman Ibu. Bantulah teman Ibu dengan meruqyahnya. Kalau belum tahu caranya, mintalah bantuan peruqyah di dekat Ibu. Anjurkan kepada teman Ibu untuk bersabar dan selalu berdzikir, seperti menegakkan shalat lima waktu, berpuasa sunah, baca Al-Qur’an atau mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari kaset, bisa juga mendengar kaset ruqyah. Pesankan padanya untuk tidak banyak termenung, berkhayal dan menyendiri, karena kondisi tersebut menjadi peluang syetan untuk merasukinya dan mengganggunya.

 

YANG TERKENA SIHIR MERASA SAKIT

Apakah orang yang terkena sihir atau santet merasakan adanya sesuatu di dalam tubuhnya, atau tidak merasakannya?

(Ida, Jakarta Pusat)

Bismillah wal hamdulillah, dari laporan beberapa pasien yang kami tangani, efek sihir pada si korban ada dua macam. Ada yang merasakan dalam tubuhnya seakan ada benda asing yang rasanya menyakitkan, bahkan ada yang sampai bengkak anggota tubuhnya atau menggelembung perutnya. Tapi sewaktu kami ruqyah tak satupun benda asing yang keluar dari tubuhnya. Ada juga pasien yang tidak merasakan sakit sedikitpun. fisiknya kelihatan sehat dan bugar, tapi tingkah dan kelakuannya aneh dan tidak wajar. Biasanya orang dekatnya atau yang berada di sekitarnya lebih tahu akan kejanggalan dan perubahan tersebut dari pada si pasien. Jadi, tergantung dari jenis sihirnya.

 

CARA MENGETAHUI GANGGUAN JIN

Kalau kita tidak bisa melihat jin, bagaimana kita mengetahui kalau seseorang diganggu jin? Atau yang kita ruqyah jinnya sudah keluar?

(Makmur, Cikampek)

Bismillah wal hamdulillah, seorang dokter dengan kasat mata tidak mengetahui virus, bakteri dan kuman yang ada dalam tubuh seseorang, tapi dia tahu kalau orang itu menderita suatu penyakit, berdasarkan cerita keluhannya. Begitu juga, kita belum pernah melihat wujud ruh, tapi dengan mudah kita mengetahui keluarnya ruh dari tubuh seseorang, yaitu saat orang itu tubuhnya kaku menjadi mayat. Nah, kita juga bisa mengetahui kalau seseorang diganggu jin, saat kita tahu gejala-gejala yang dialami orang tersebut, berdasarkan pengakuannya. Begitu juga sehabis kita ruqyah, kalau yang dikeluhkan sebelum ruqyah sudah hilang, berarti jin yang mengganggunya juga sudah keluar. Atau bisa juga dilakukan ruqyah ulang untuk mengecek apakah jinnya masih ada atau telah keluar.

 

SAUDARA SUKA BAKAR KEMENYAN

Apabila saudara kita selalu membakar kemenyan setiap hari Selasa dan Jum’at, apa yang harus saya lakukan bila melihat hal tersebut?

(Abdullah, Tanggerang)

Bismillah wal hamdulillah, membakar kemenyan bukanlah budaya Islam. Itu adalah budaya dukun yang diperangi oleh Islam. Apalagi dalam proses pembakaran itu diiringi komat-kamit baca mantra, untuk mengundang kekuatan selain Allah, itu syirik besar. Ritual seperti itu termasuk kemungkaran yang harus diberantas. Hanya saja cara pemberantasannya harus bijak dan elegan. Jangan sampai pemberantasan kemungkaran berakibat kemungkaran yang lebih besar. Mulailah dengan nasehat, tukar pikiran, berdialog dan yang sejenisnya. Kalau saudara Anda termasuk orang yang doyan baca buku dan suka menelaah kitab, maka berilah bacaan yang bisa meluruskan keyakinannya, termasuk memberinya Majalah Ghoib yang terbit dwi mingguan.

 

MUNGKINKAH JIMAT MENGHILANG SENDIRI

Apakah jimat yang kita miliki bisa hilang sendiri. kalau kita bertaubat menyadari kekeliruan kita?

(Hamba Allah, Purwakarta)

Bismillah wal hamdulillah, jimat adalah benda mati, tidak mungkin hilang sendiri. Kalau si pemiliknya bertaubat, dia sadar bahwa kebergantungannya dengan jimat adalah kesyirikan. Maka dia harus memusnahkannya, dengan cara membuangnya atau membakarnya, sebagai bukti konkrit pertaubatannya. Namun kami menganjur kan sebelum dimusnahkan, bacakanlah terlebih dahulu ayat kursi. Wallahu Alam.

 

Dijawab oleh Ustadz Hasan Bishri, Lc.

 

 

Ghoib, Edisi No. 18 Th. 2/ 1425 H/ 2004 M

Harus Permisi Jika Lewat Tempat Angker

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan bersamaan datangnya surat saya ini, saya berniat untuk berkonsultasi masalah kesyirikan pada majalah Ghoib. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan.

  • Hukum azimat/barang-barang yang bertuah bila kita gunakan, dengan keyakinan bahwa benda tersebut memiliki kekuatan ghoib dengan menafikan Allah itu syirik. Apakah benar kata teman-teman saya, bila kita menggunakan barang-barang tersebut bila diniati sebagai lantaran, itu tidak syirik. Diibaratkan seorang yang sakit berobat pada dokter. Dokter sebagai lantaran penyembuh penyakit, tapi hakekatnya pada Allah. Sebagai halnya benda-benda tersebut digunakan. sebagai lantaran tapi hakekatnya pada Allah.
  • Di daerah saya ada sebuah tempat yang dianggap sebagai tempat angker. Katanya, bila melewati tempat tersebut diharuskan untuk salam, ngebel (kendaraan) atau penghormatan lainnya. Bila hal itu diabaikan akan terjadi. sesuatau yang tidak diinginkan, bingung, tersesat, kecelakaan dan lain sebagainya. Apakah keyakinan itu benar?

Agus Suprapto, Kediri, Jatim

 

Wa’alakumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudaraku Agus Suprapto dan seluruh pencinta Majalah Ghoib yang semoga dilindungi oleh Allah dari kesyirikan, dalam pandangan Islam jimat itu mengandung makna keterkaitan hati dan tawakkal kepada selain Allah, dan membuka pintu bagi masuknya kepercayaan-kepercayaan yang rusak tentang berbagai hal yang pada akhirnya mengantarkan kepada syirik besar.

Manfaat dan mudharat itu ada di Tangan Allah, Dialah satu-satunya yang sanggup mendatangkan atau menolaknya, Allah berfirman, “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nyalah bertawakkal orang- orang yang berserah diri.” (Az-Zumar: 38)

Saudara, memakai benda apa saja, dengan keyakinan bahwa ia adalah subyek atau faktor yang berpengaruh dalam mendatangkan manfaat atau menolak mudharat adalah musyrik dengan tingkat syirik besar. Jika ia percaya bahwa benda itu hanya menyertai/menjadi perantara datangnya manfaat atau mudharat, maka ia dinyatakan musyrik dengan tingkat syirik kecil. Seorang muslim tidak boleh menggantungkan hatinya kepada selain Allah dalam mendatangkan manfaat atau menolak mudharat. Hanya kepada Allah ia selalu bertawakkal (Lihat: Pengantar Studi Aqidah Islam, hal 189).

Orang yang memakai jimat walaupun niatnya sebagai lantaran dan hakekatnya Allah yang menyembuhkan, tetap saja syirik. Dan hal ini tidak bisa diqyaskan dengan dokter yang mengobati orang sakit karena dokter dalam melakukan tugasnya itu berbeda dengan jimat, dokter membantu pasien dengan ilmu kedokterannya, dalam hal ini pasien meminta bantuan kepada orang lain dan orang tersebut mampu memberikan bantuan itu secara nyata, jadi masuk pada bab tolong menolong sesama dan tidak merusak tawakkal seseorang. Namun jika pasien tersebut memiliki ketergantungan hati kepada dokter itu bahwa ia mampu mendatangkan manfaat atau madharat maka ini juga termasuk syirik kecil karena ia bergantung pada sebab-sebab yang tampak.

Sedangkan orang yang memakai jimat walaupun niatnya hanya sebagai lantaran dan Allah yang menentukan, hal ini tetap tidak dapat diterima karena pemakaian jimat dan pelarangannya terkait dengan keimanan kepada yang ghoib dan termasuk dalam bab tawakkal kepada selain Allah. Walaupun dengan alasan, niatnya tetap tawakkal kepada Allah, akan tetapi jika ia masih memakai benda-benda syirik itu siapapun juga jika ditanya, apakah orang tersebut memiliki kepercayaan kepada jimat itu? jawabannya tentu ya. Apabila dia tidak memiliki ketergantungan pada jimat itu pasti ia akan menanggalkannya. Untuk itu, jangan sampai diantara kita ada yang menyimpan benda-benda jimat itu karena alasan mengoleksinya. Sebab benda-benda itu penuh dengan kesyirikan apalagi biasanya benda-benda itu sudah menjadi tempat yang nyaman buat jin.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menggantung wada’ah maka Allah tidak akan membuatnya tenang.” (HR. Ahmad). Wada’ah adalah semacam jamur yang diambil dari laut kemudian dikalungkan kepada anak-anak sebagai perlindungan, maka Rasulullah mendoakan agar pelakunya tidak memperoleh ketenangan dan ketenteraman. Dengan demikian, jelaslah bahwa perbuatan ini adalah sebentuk syirik kecil yang lebih besar daripada dosa besar yang paling besar.

Adapun mengenai permisi atau minta izin lewat di suatu tempat yang dianggap angker di masyarakat kita sampai saat ini masih juga ada yang mempercayainya dan melakukannya, perbuatan seperti ini telah terjadi semenjak belum diturunkannya Al-Qur’an atau pada zaman jahiliyah. Didalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Ikrimah berkata: Pada mulanya jin itu lari (takut) pada manusia sebagaimana manusia takut pada mereka atau lebih dari itu, maka ketika ada manusia yang memasuki lembah maka jin-jin yang ada di situ pada lari, lalu ketua rombongan itu memohon perlindungan kepada ketua penghuni (jin) di lembah itu. Kemudian jin berkata: Kita lihat mereka takut kepada kita seperti kita takut pada mereka lalu jin-jin itu mendekati manusia dan menimpakan kepada mereka ketakutan dan kegilaan.” (tafsir Ibnu Katsir, juz 4 hal. 450).

Nyata sekali bahwa perbuatan seperti yang ditanyakan oleh saudara Agus tergolong perbuatan syirik, syirik dalam takut dan tawakkal. Sebab ketika kita meminta permisi atau memberi aba- aba khusus di tempat itu berarti kita mengagungkan jin-jin (setan-setan) yang ada di situ. Maka dari itu marilah kita kembali kepada sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tatkala kita merasa merinding atau takut ketika melewati tempat-tempat yang sepi atau dianggap angker oleh sebagian masyarakat. Beliau telah mengajarkan kepada kita doa atau dzikir jika kita memasuki atau melewati tempat baru dan terkesan menakutkan dengan membaca:

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan (makhluq) yang Dia ciptakan”. (HR. Muslim)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ الله التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Sungguh menenangkan dan menenteramkan jiwa kita kembali kepada ajaran Islam yang murni sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah, tidak ada rasa was-was atau khawatir yang berlebihan karena kita diperintahkan untuk bertawakkal atau menggantungkan nasib kita hanya kepada Allah ta’ala semata. Wallahu ‘alam.

 

 

 

Ghoib, Edisi No. 17 Th. 2/ 1425 H/ 2004 M

HUBUNGI ADMIN