Perisai Diri

Perisai Diri

Berikut aktivitas yang harus kita lakukan dalam membentengi diri dari berbagai gangguan dan keburukan, diantaranya :

  • Secara umum, jagalah ketaatan dan jauhi kemaksiatan
  • Periharalah shalat fardhu dan nafilah, khususnya sholat rowatib
  • Perbanyak membaca Al-Qur’an setiap hari, khususnya pada malam hari dan lebih afdhol jika disertai dengan membaca terjemah tafsir untuk tadabbur
  • Persempitlah jalan syaithan dalam diri dengan banyak berpuasa, minimal 3 hari dalam sebulan
  • Basahilah lidah lidah dengan banyak berdzikir, baik dzikir khusus pada kesempatan-kesempatan tertentu atau dzikir umum seperti ; tasbih, tahmid, tahlil, sholawat, dll.
  • Jagalah wirid dzikir pagi dan petang dengan ma’tsurat atau lainnya yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  • Bekali diri dengan ilmu yang shahih berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan manhaj As-Salaf As-Shalih dengan banyak membaca, konsultasi, mengikuti kajian-kajian Islam secara manhaji, dll. Khususnya dalam tema-tema aqidah, tazkiyatunnufus, tafsir Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  • Jauhilah kebiasaan melamun dan menghayal, serta hindarkan pikiran dari hal-hal yang membebani samapi membuat gelisah, sedih, takut, tertekan, marah, putus asa dan lain sebagainya.
  • Pertahankan diri selalu berada di tengah pergaulan dan kebersamaan islami
  • Sering bermuhasabah diri diikuti taubah dan istighfar
  • Usahakan selalu dalam keadaan suci (berwudhu)
  • Tidurlah secara islami (sesuai sunnah), dengan cara yaitu : Niat (tidur dengan sengaja), Berwudhu, Membersihkan dan merapikan tempat tidur, Membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali dan takbir 33 kali, Membaca ayat kursi dan 2 ayat terakhir Al-Baqoroh, Mendekatkan kedua telapak tangan ke mulut dan membaca Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas lalu mengusapkan ke badan serata mungkin. 3 kali, Membaca do’a tidur, Tidur dengan cara berbaring miring ke kanan.
  • Jika bermimpi buruk hendaklah : Meludah kecil ke sebelah kiri 3 kali, Berta’awudz, Mengubah posisi tidur, Tidak menceritakannya, Lebih baik jika bangun, berwudhu lalu sholat.

Seluruh kegiatan yang terkait dengan penjagaan, pencegahan atau pengobatan dengan Rquyah Syar’iyyah ini harus benar-benar diniatkan untuk Allah SWT dan difahami sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari amalan ibadah yang dianjurkan Islam kepada setiap muslim dan tidak dikhusukan hanya untuk meruqyah semata.

Setiap Muslim yang komitmen dengan ajara Islam memiliki kemampuan untuk meruqyah dan ini merupakan amanah Allah untuk membantu saudara muslim yang sekaligus sebagai tugas dakwah islamiyah. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUBUNGI ADMIN